Ekspor Indonesia Meningkat 13,45 Persen
Selasa, 01 Feb 2005 15:08 WIB
Jakarta - Ekspor Indonesia pada Desember 2004 meningkat 13,45 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya atau mencapai US$ 6,45 miliar. Sedangkan impor pada Desember 2004 meningkat 29,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau mencapai US$ 4,81 miliar.Demikian disampaikan Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Mulyono Muah di Gedung BPS Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Selasa (1/2/2005).Secara kumulatif ekpsor aktual tahun 2004 mencapai US$ 69,71 miliar atau meningkat 11,49 persen dibanding tahun 2003. Ekspor non migas aktual pada Desember 2004 mencapai US$ 5,12 miliar atau meningkat 18,85 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya. Sedangkan selama tahun 2004 meningkat 10,74 persen dibandingkan tahun 2003. Peningkatan terbesar ekspor non migas terjadi ada pakaian jadi bukan rajutan sebesar US$ 78,2 juta sedangkan penurunan terbesar terjadi ada ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 35,3 juta. Ekspor non migas ke Jepang, kata Mulyono, mencapai angka terbesar yakni US$ 745,4 juta disusul Amerika Serikat sebesar US$ 728,5 juta, Singapura sebesar US$ 516,7 juta dan Cina sebesar US$ 300,6 juta dengan kontribusi keempatnya mencapai 44,73 persen dari total ekspor non migas.Menurut sektor ekspor produksi industri dan pertambangan pada tahun 2004 meningkat masing-masing 12,02 persen dan 9,18 persen sementara ekspor produk pertanian turun 6,48 persen.Dalam kesempatan yang sama Mulyono juga menyebutkan secara kumulatif impor selama tahun 2004 mencapai US$ 46,1 miliar atau meningkat sebesar 39,58 persen dibandingjkan periode tahun yang sama di tahun 2003 yang sebesar US$ 33,09 miliar.Adapun impor non migas pada Desember mencapai US$ 3,59 miliar atau meningkat 35,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sehingga impor non migas kumulatif mencapai US$ 34,66 miliar atau meningkat 35,74 persen dibandingkan periode sama tahun 2003.Impor non migas terbesar terjadi pada mesin, dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 6,3 miliar atau 18,11 persen dari total impor non migas. Sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 6 miliar dengan pangsa pasar 17,4 persen lalu diikuti Cina 9,86 persen dan Amerika Serikat (AS) sebesar 8,92 persen. Menurut Mulyono impor barang konsumsi selama Januari hingga Desember 20o4 meningkat 29,97 persen dibanding periode sama tahun 2003. Demikian juga impor bahan baku/penolong dan barang modal masing-masing meningkat 40,37 persen dan 41,29 persen.
(mar/)











































