Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta kepada petani buah yang saat ini menggunakan nama buahnya berbahasa asing, segera diganti dengan nama daerah masing-masing. Bahkan Gobel mengaku alergi mendengar nama asing.
Hal tersebut diungkapkan Gobel, saat mengunjungi Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS), Kamis (12/2/2015) malam.
Pernyataan penggantian nama buah dengan memasukkan nama daerah saat mendengar penjelasan dari Hartono, pengusaha Pasar Komuditas Nasional, memamerkan produk buah lokal yang dikelola di pasar induk miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachmat Gobel pun mempertanyakan alasan penamaan buah lokal dengan nama asing. "Tolong kampanyenya nama Indonesia saja. Desanya juga harus diangkat. Jangan lagi pakai nama lain. Semangka california, ini kan hati sedih kita lihat. Kalau asalnya Lumajang, kenapa bukan tidak diberi nama Semangka Lumajang. Nama Lumajang kan tidak kalah keren dengan California," ujar Gobel sambil mencicipi buah lokal manggis.
Bahkan Mendag mengaku alergi mendengar nama asing. Oleh karena itu, Rachmat Gobel meminta kepada para petani dan pedagang buah lokal agar lebih bangga menggunakan nama buahnya dengan memasukkan nama daerah asal buah.
"Pakailah nama merek dalam negeri. Nama desa sendiri, jadikan kebanggaan Bapak-Bapak punya desa, jangan pakai nama asing lah. Agak alergi saya dengar dengar kayak gitu, masa buah saja pakai merek lain," tegas dia.
(ze/dnl)










































