Proyek anti banjir ini mencakup pembangunan waduk skala kecil di Ciawi dan Sukamahi, Bogor, Jawa Barat. Waduk ini akan membendung aliran Sungai Ciliwung agar dapat dikendalikan sehingga mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Menteria Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa saat ini kegiatan fisik yang sedang dilakukan adalah pembuatan jalan akses menuju lokasi pembangunan waduk Ciawi dan Sukamahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan akses yang dimaksud adalah untuk mempermudah lalu lintas kendaraan yang akan membawa bahan material juga peralatan berat untuk melancarkan proses pembangunan waduk tersebut.
Sementara itu, untuk kegiatan konstruksi bendungan akan segera dikerjakan setelah proses lelang dilakukan. Saat ini proses lelang masih menunggu hasil analisas dampak lingkungan (amdal) pembangunan bendungan di dua titik lokasi tersebut keluar. "Sambil selesaikan amdal-nya," katanya.
Pembangunan dua waduk ini diharapkan bisa membantu pengendalian banjir di Jakarta terutama mengendalikan aliran air yang melewati Sungai Ciliwung.
Waduk Ciawi akan berdiri di atas lahan seluas 107,3 hektar dengan kapasitas penampungan air 11,8 juta meter kubik. Sementara Waduk Sukamahi sekitar 24,3 hektar dengan kapasitas penampungan air 2,4 juta meter kubik. Untuk memuluskan pembangunan dua waduk ini, diperkirakan dana yang diperlukan sekitar Rp 1,9 triliun.
(dna/hen)











































