Hal ini diungkapkan Rachmat Gobel saat berkunjung ke Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS), Jumat (13/2/2015)
"Waktu saya datang ke pasar buah di Thailand sebulan lalu, saya bermimpi kapan Indonesia punya seperti ini. Tapi ternyata di sini sudah ada sejak 3 tahun lalu. Luar biasa ini Pak Hartono (pengusaha Pasar Komoditas Nasional yang memiliki tiga pasar induk di Indonesia)," ujar Gobel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachmat Gobel mengakui pemerintah selalu kalah cepat dengan swasta dalam hal membangun pasar. "Ini menjadi salah satu solusi, makanya saya bilang swasta lebih cepat dari pemerintah sekarang dalam membuat pasar dan kita dorong pengusaha yang bagus," ungkap Gobel.
Ia juga mengungkapkan, pemerintah sudah mempunyai program membangun 5.000 pasar termasuk merenovasi pasar yang sudah ada. Namun sampai saat ini masih belum bisa dijalankan karena anggaran masih belum turun.
"Kita berharap nantinya pasar seperti ini dan program pemerintah, bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta menjaga stabilitas harga maupun bisa menjadikan pasar sebagai tempat bagi petani untuk menyalurkan hasil bumi mereka," katanya.
Sementara itu, Hartono, pengusaha Pasar Komoditi Nasional yang memiliki 3 pasar induk yang menjual bahan kebutuhan lokal sengaja membangun pasar induk untuk memberikan ruang bagi pedagang dan petani lokal memasarkan kebutuhan lokal.
"Untuk PIOS kita mempunyai lahan sekitar 3,8 hektar yang saat ini diisi sekitar 400-an pedagang buah dan sayur. Harapannya bisa mensuplai kebutuhan sayur dan buah lokal untuk Surabaya dan kota sekitarnya," ujarnya.
(ze/hen)










































