"Konsumsi buah masyarakat kita masih sangat rendah, konsumsi buah standar kecukupan mencapai 73 kg per kapita per tahun, dan standar kecukupan untuk sehat sebanyak 91,25 kg per kapita per tahun. Tapi, sayangnya konsumsi buah masyarakat kita hanya 34,55 kg per kapita per tahun," ungkap Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Jamil Musarif, ditemui di acara Promosi Cinta Buah Nusantara, di Central Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian Nusantara, Pasar Minggu, Jumat (13/2/2015).
Jamil mengatakan, dengan jumlah penduduk masyarakat Indonesia di atas 200 juta jiwa, tentunya pasar komoditas hortikultura masih sangat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, kata dia, buah lokal memiliki keunggulan tersendiri, yaitu aman dikonsumsi, segara dan bebas dari bakteri dan logam berat yang berbahaya bagi tubuh manusia bila terkonsumsi.
"Buah lokal nusantara kita itu pasti aman, tanpa pengawet sampai bebas pelapis lilin. Imbauan kami, beli dan cintai buah nusantara," tutupnya.
(rrd/ang)











































