Inflasi RI 'Bandel' Gara-gara Kartel

Inflasi RI 'Bandel' Gara-gara Kartel

- detikFinance
Jumat, 13 Feb 2015 13:47 WIB
Inflasi RI Bandel Gara-gara Kartel
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian
Jakarta - Hari ini, sejumlah menteri menggelar rapat membahas persaingan usaha. Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menilai inflasi di Indonesia yang masih cukup tinggi disebabkan oleh persaingan usaha yang tidak sehat yang menyuburkan praktik kartel.

"Inflasi kita 'bandel', tidak pernah rendah secara konsisten. Penyebabnya karena struktur pasar, salah satu sebabnya persaingan usaha yang tidak sehat," tegas Sofyan usai rapat di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Dalam rapat ini, hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nawir Messi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan melanjutkan, persaingan usaha yang tidak sehat telah menciptakan praktik kartel. Hanya beberapa pengusaha yang kongkalikong menentukan harga, yang tentunya merugikan konsumen.

"Hasil pembicaraan kami tadi, diketahui banyak kebijakan yang masih memperkuat kartelisasi. Pembentukan harga tidak transparan," tuturnya.β€Ž

Lebih menghawatirkan lagi, tambah Sofyan, ternyata hal tersebut melanda hampir seluruh sektor industri yang terkait dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
β€Ž
"Semua sektor nggak sehat. Perhubungan, properti, daging, minyak, makanan, semen, dan sebagainya," beber dia.

Untuk itu, Sofyan menegaskan persaingan usaha harus diawasi serius. Pertemuan hari ini akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat lanjutan bersama sejumlah menteri terkait, terutama yang berkaitan dengan industri dan perdagangan.

"Ini baru pertemuan pertama. Nantinya akan terus kita perkuat koordinasi KPPU, dan kita akan konsultasi untuk perbaikan aturan-aturan terkait usaha yang lebih sehat," paparnya.

(dna/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads