Menkeu Ancam Cuekin FATF
Selasa, 01 Feb 2005 17:15 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengancam tidak akan menghiraukan Financial Action Task Force (FATF) jika Indonesia tidak dikeluarkan dari daftar negatif FATF. Dia menyatakan, masih masuknya Indonesia dalam daftar negatif FATF adalah sesuatu yang tidak masuk akal."Saya kira tidak masuk akal kita tetap masuk dalam daftar negatif," kata Jusuf Anwar di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (1/2/2005).Menurut Menkeu, saat ini sudah banyak usaha dari pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan anti pencuian uang baik menyangkut infrastruktur hukum maupun tindakan nyata seperti mengungkap masalah pembiayaan terorisme. "Indonesia saat ini terdepan dalam penanganan terorisme dan juga penangkapan tokoh teroris," katanya.Indonesia tidak akan meraspon apapun keinginan FATF jika tidak segera dikeluarkan dari daftar negatif negera-negara yang tidak kooperatif terhadap pencucian uang. "Kalau tidak ada penghargaan dari dunia internasional terhadaop usaha yang kita lakukan. Kita bisa demotivated. Upaya hebat tidak dihargai ya kita cuek saja. Ngapain wong kita tidak dihargai kok," katanya.Menkeu mengatakan, jika Indonesia bisa keluar dari daftar negtaif itu, maka tingkat resiko pemodal jauh lebih kecil sehingga bisa menaikan tingkat kepercayaan. Sementara itu Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapekti) Depkeu, Anggito Abimanyu menyatakan, pemerintah akan kembali melaporkan tentang perkembangan anti pencucian uang dari aspek kriminal, aspek mengenal nasabah maupun implementasi UU anti pencucian uang."Sebenarnya kita dari sisi teknis tidak ada masalah. Kita yakinkan supaya negara itu dapat mendukung kita dalam sidang FATF 9 Februari nanti di Paris," ungkap Anggito.Dalam pertemuan itu, Menkeu ditugaskna untuk melakukan loby ke Jepang dan Australia termasuk Selandia Baru. Dalam loby itu selain meyakinkan perkembangan anti pencucian uang, Menkeu juga akan melakukan loby menyangkut moratorium utang dan juga menyangkut komitmen hibah negara-negara itu untuk membantu Indonesia terkait bencana tsunami di Aceh.Menteri lainnya, seperti Menko Perekonomian Aburizal Bakrie akan melakukan loby kepada pemerintah Amerika Serikat (AS), dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu akan melakukan loby ke negara-negara Eropa."Karena negara itu merupakan anggota FATF maka kita minta bantuan negara sahabat itu agar kita tdak lagi masuk dalam kelompok negara tidak kooperatif anti pencucian uang," katanya.
(mar/)











































