"Buah impor ada yang dilapisi lilin, cara ini agar buah awet dan tahan lama serta segar," ujar Direktur Mutu dan Standardisasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementan, Gardjita Budi ditemui di acara Promosi Cinta Buah Nusantara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2015).
Gardjita mengatakan, buah yang paling sering dilapisi lilin ini biasanya seperti apel dan pir. Namun pihaknya memastikan, walau dikonsumsi manusia, tidak akan berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dalam setiap buah, masih ada ditemukan pestisida, bakteri, dan logam berat. Namun menurut Gardjita, asal kadarnya masih di bawah yang disyaratkan, masih aman dikonsumsi manusia.
"Tiap buah itu pasti ada bakteri, ada pestisida, ada mengandung logam, akibat dari proses cocok tanam, proses pencucian dan sebagainya. Tapi asal di bawah yang disyaratkan, itu masih aman dikonsumsi. Semua buah impor yang masuk ke Indonesia pintu masuk resmi, bisa dipastikan aman dikonsumsi, karena sudah dilakukan uji laboratorium," ungkapnya.
"Petani kita juga masih banyak yang pakai pestisida, tapi asal penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan, masih aman-aman saja kok dikonsumsi buahnya," tutup Garjita.
(rrd/dnl)











































