Pengusaha Tekstil Rugi Rp 8-11 Triliun Gara-gara Pakaian Bekas Impor

Pengusaha Tekstil Rugi Rp 8-11 Triliun Gara-gara Pakaian Bekas Impor

- detikFinance
Senin, 16 Feb 2015 16:55 WIB
Pengusaha Tekstil Rugi Rp 8-11 Triliun Gara-gara Pakaian Bekas Impor
Jakarta - Pengusaha tekstil dan garmen (pakaian jadi) mengaku mengalami kerugian Rp 8-11 triliun per tahun akibat peredaran pakaian bekas impor. Kerugian pelaku industri tekstil dan garmen karena pasarnya tergerus pakaian bekas impor yang sudah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy menuturkan, industri tekstil dan garmen di dalam negeri kehilangan pasar akibat bebasnya pakain bekas impor yang memang diminati konsumen Indonesia. Padahal menurutnya, produk lokal sangat mampu untuk menggantikan segmen pakaian bekas impor.

"Seharusnya, itu diisi oleh lokal, domestik. Bukan pakain bekas impor. Kenapa masih seperti itu, karena melihat pasar dari Indonesia yang mencapai 250 juta penduduk Indonesia itu," kata Ernovian di kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Senin (16/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ernovian menuturkan konsumsi pakaian Indonesia di 2014 mencapai Rp 154,3 triliun. Dari angka tersebut, impor pakaian resmi melalui izin impor Kementerian Perdagangan nilainya Rp 48,02 triliun, sedangkan yang dipasok industri dalam negeri senilai Rp 93,35 triliun.

Totalnya mencapai Rp 143,3 triliun, sehingga ada selisih sekitar Rp 10,9 triliun, yang diperkirakan berasal dari pakaian baru impor yang masuk ke pasar secara ilegal. Hal ini belum termasuk pakaian bekas impor.

"Yang bekas angkanya sekitar Rp 8 sampai Rp 11 triliun. Itu bisa diisi produk domestik seharusnya," katanya.

‎Ernovian bersama pengusaha lainnya mendukung upaya pemerintah untuk melarang peredaran pakaian bekas impor yang dianggap limbah dan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, menggerus pasar pakaian buatan lokal, menurutnya ini menyangkut harga diri bangsa Indonesia.

"Ini menyangkut harga diri. Masa kita pakai barang bekas," tegasnya.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads