Cina Ambil Alih Yukos

Cina Ambil Alih Yukos

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2005 10:33 WIB
Jakarta - Cina mengambil alih aset-aset Yukos, perusahaan minyak raksasa Rusia dengan meminjamkan dana sebesar US$ 6 miliar. Niat Cina membeli Yukos terkait dengan kebijakannya mengatasi krisis energi negara tirai bambu itu. Pengambilalihan Yukos yang sebelumnya menjadi misteri ini akhirnya diungkapkan oleh Menteri Keuangan Rusia Alexei Kudrin. Kudrin seperti yang dikutip AFP menyatakan, bank milik pemerintah Cina telah meminjamkan dana sebesar US$ 6 miliar kepada Russia's Vnesheconombank, bank Rusia untuk diserahkan kepada Rosneft. Rosneft adalah BUMN Rusia yang telah mengambil alih aset-aset Yukos.Terbukanya teka-teki pengambilalihan Yukos oleh Cina juga diungkapkan Kepala Badan Energi Rusia Sergei Oganesyan yang menyatakan, pemerintah Cina dan perusahaan gas raksasa, China National Petroleum Corporation (CNPC) telah menandatangani surat kesepakatan untuk menyediakan dana sebesar US$ 6 miliar dalam bentuk pinjaman jangka panjang dengan Rosneft."Perusahaan Cina CNPC telah menandatangani pembayaran pengiriman minyak jangka panjang," kata Sergei.Desas desus rencana pengambilalihan Yukos oleh CNPC sebelumnya juga telah dimuat oleh sejumlah media Rusia. Saat itu diberitakan, CNPC telah membantu Rosneft untuk membeli anak perusahaan utama milik Yukos yakni Yuganskneftegaz. Bantuan CNPC itu dengan tawaran kredit sebesar US$ 6 miliar dengan kompensasi suplai minyak.Sebelumnya pemerintah Rusia telah mengambil alih dan melelang Yuganskneftegaz, salah satu anak perusahaan utama Yukos. Rusia menjual Yugansk, yang memproduksi hampir satu juta barrel per hari itu untuk menutupi pajak yang belum dibayar perusahaan tersebut.Lelang itu berjalan terus walau Yukos mengajukan status bangkrut kepada peradilan Amerika Serikat agar perbankan negara barat tidak menyediakan dana bagi kandidat utama pembeli Yuganks.Yukos sengaja memasukkan permohonan perlindungan dari kebangkrutan dari satu pengadilan di Amerika Serikat, guna mencegah penjualan secara paksa salah satu produksi utamanya.Langkah ini diambil sebagai langkah terakhir untuk melindungi hak-hak para pemegang saham, pegawai dan pelanggan Yukos. Yukos mengajukan kasus bangkrut ini di satu pengadilan distrik Amerika di Houston, Texas.Para jaksa penuntut Rusia memaksa menjual aset perusahaan ini yang paling menarik dan menguntungkan untuk membayar tagihan pajak sebesar 20 miliar Euro, yang menurut penuntut adalah hutang Yukos.Tiga perusahaan, termasuk Gazprom, tertarik membeli Yugansk yang menyumbang 60 persen dari total produksi minyak Yukos. Yukos, produser minyak terbesar Rusia, mengatakan penjualan ini ilegal.Para pendukungnya mengatakan upaya negara mengusut Yukos bermotif politik, karena pemerintah berkeinginan mengambil alih kontrol terhadap cadangan minyak Rusia dan menghukum Khodorkovsky atas kegiatan politiknya. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads