Penilaian Indonesia Bangkit Terhadap Menteri Ekonomi SBY
Rabu, 02 Feb 2005 16:04 WIB
Jakarta -
Sebagian besar menteri-menteri di bidang ekonomi pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) dinilai Tim Indonesia Bangkit telah gagal. Bahkan dua menterinya tidak dapat dinilai karena tidak mempunyai program dan tindakan yang jelas. Demikian hasil evaluasi program 100 hari pemerintah yang disampaikan Tim Indonesia Bangkit di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (2/2/2005).Dari hasil rating 16 menetri bidang ekonomi sebanyak tiga menteri yakni, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Negara BUMN Soegiharto dan Menteri Koperasi dan UKM Surya Darma Ali memperoleh nilai F (failure) atau gagal.Enam menteri yaitu Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Andung S Nitimihardja, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi memperoleh nilai D (below average atau di bawah rata-rata ).Sedangkan empat yakni Menakertrans Fahmi Idris, Menteri PU Joko Kirmanto, Menpan Taufik Effendi dan Menhut MS Kaban memperoleh nilai C (average). Dari 16 menteri yang dievaluasi yang paling banyak mendapat sorotan adalah Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. "Nilai F diberikan kepada Aburizal Bakrie karena gagal mengkoordinasikan seluruh program dan kebijakan ekonomi yang menjadi tanggung jawab utamanya. Dia justru sibuk melakukan loby bisnis dalam rangka pembangunan infrastruktur," kata pengamat ekonomi Ichsanuddin Noersy.Hal yang sama juga diungkapkan Drajad Wibowo. Menurutnya, hingga kini Komisi XI belum berhasil mendatangkan Aburizal Bakrie untuk rapat dengar pendapat karena dia sibuk melakukan loby bisnis.Sementara Fadli Hasan, dari Tim Indonesia Bangkit mengatakan, Menko Pereknomian tidak konsisten. "Menko Perekonomian mengatakan akan memprioritaskan pembangunan pertanian. Lalu apa yang terjadi dia malah menyelenggarakan infrastructure summit. Seharusnya dia menyelenggarakan agriculture summit," kata Fadli.Satu-satunya menteri dalam kabinet SBY-JK yang memeproleh nilai B (good) adalah Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. "Karena dia memahami persoalan di bidangnya. Dia bekerja keras melakukan shock teraphy dan sukses mengamankan transportasi lebaran dan natal yang merupakan tugasnya yang paling sosial," katanya.Dua menteri yakni Menristek Kusmayanto Kadiman dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saefullah Yusuf tidak dapat dinilai karena program dan tindakannya yang tidak jelas.
(mar/)










































