"Kenaikan harga beras katanya sudah 30%. Ini harus klarifikasi apakah benar naik 30% seperti itu. Dari pemerintah dan Bulog serta Kementerian Pertanian beras ini punya stok cukup dan tidak perlu dikhawatirkan," tegas Gobel saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (20/02/2015).
Menurut Gobel, kenaikan harga beras khususnya di Jakarta dipicu oleh ulah para pedagang beras. Pedagang merasa panik saat Bulog tidak lagi mendistribusikan beras ke pedagang besar di Pasar Cipinang, namun langsung ke masyarakat umum dan pasar tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gobel menjelaskan Bulog selama ini memiliki 3 sistem pendistribusian beras, pertama beras didistribusikan ke Food Station seperti di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur atau yang selama ini rutin dilakukan Bulog.
Kedua adalah beras didistribusikan langsung ke PD Pasar Jaya. Ketiga melalui Satgas yang mendistribusikan langsung beras ke pasar.
Mulai Februari 2015, sistem distribusi beras Bulog dari pedagang beras di Pasar Induk Cipinang dihentikan dan digantikan dengan pendistribusian secara langsung ke masyarakat dan pasar tradisional.
"Walaupun begitu (sistem lama) kok harga tidak turun-turun. Itu kenapa kita ubah sistemnya langsung ke pasar," katanya.
(wij/hen)










































