Hal ini membuat repot banyak orang, mulai dari operator bandara sampai maskapai lain yang terkena imbas dari delay. Belum lagi para penumpang yang berang karena tidak bisa terbang tepat waktu.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab delay parah maskapai berlogo singa ini. Selain terkenal sering delay, Lion Air juga dikenal sebagai maskapai yang sering borong pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari catatan detikFinance seperti dirangkum Jumat (20/2/2015), pertama kali Lion Air memesan pesawat dalam jumlah banyak adalah akhir 2011 silam.
Lion sepakat membeli 230 pesawat komersial Boeing senilai US$ 22,4 miliar. Kedua pihak mengumumkan kesepakatan awal pada November 2011 di Bali.
Kesepakatan tersebut juga termasuk hak untuk memesan 150 pesawat tambahan. Nilai pesanan tersebut merupakan kesepakatan pemesanan pesawat komersial terbesar dalam sejarah Boeing baik dari sisi nilai maupun jumlah pesawat.
Pesawat berikutnya yang dipesan Lion Air berjenis A320 dari Airbus pada 2013. Jumlah yang dipesan mencapai 200 pesawat dengan nilai US$ 100 juta per satu pesawatnya.
Tahun lalu Lion Air masih menambah koleksi pesawatnya. Lion Air kembali memesan 40 unit pesawat turboprop ATR buatan Italia dan Prancis senilai US$ 1 miliar (Rp 12 triliun).
Ini merupakan pembelian tambahan dari 60 unit yang telah dipesan operator Lion Air itu pada tahun 2008 lalu. Dengan total pembelian 100 pesawat ATR ini, Lion Air menjadi pembeli terbesar pesawat jarak pendek tersebut di dunia.
Selain digunakan untuk operasional Lion Air, pesawat-pesawat itu juga dipakai oleh anak usahanya, Batik Air.
(ang/dnl)










































