"Saya besok pagi mau ke Yogya. Saya melihat kondisi ini, saya bilang ke staf saya jangan pakai Lion Air. Daripada besok nggak berangkat, malah repot saya," kata Hariyadi di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (20/2/2015).
Sebagai konsumen dan pelaku usaha, Haitadi menduga ada sesuatu di manajemen Lion Air. Namun dia tidak tahu masalahnya secara pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah, parah. Kan kalau sampai delay segitu banyak, kan berarti besoknya harus replace. Kalau segitu masif kan repot," katanya.
Meski demikian, Hariyadi tak sepakat bila ada gagasan agar maskapai berlogo singa terbang ini ditutup oleh pemerintah.
"Ya janganlah, kan kasihan pekerjanya banyak," katanya.
(hen/hds)











































