Mendag Gobel Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras

Mendag Gobel Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras

- detikFinance
Jumat, 20 Feb 2015 18:55 WIB
Mendag Gobel Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menegaskan tidak akan membuka keran impor beras dalam waktu dekat. Meski saat ini ada kenaikan harga beras yang cukup tinggi khususnya di DKI Jakarta.

"Tidak akan ada impor, itu pasti," tegas Gobel saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (20/02/2015).

Menurut Gobel saat ini stok beras di dalam negeri mampu mencukupi kebutuhan beras untuk beberapa bulan ke depan. Ia juga beralasan mengimpor beras saat ini sangat tak mungkin, karena Maret hingga April 2015 sudah terjadi panen raya di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stok kita ada. Kalau impor berarti beras masuk pas panen raya. Itu tidak bagus bagi petani kita," kata Gobel.

Mengenai soal stok beras, Gobel mengakui pasokan sedikit terganggu akibat musim panen yang belum merata sehingga berdampak pada kenaikan harga beras. Untuk sementara pihaknya akan menggunakan stok cadangan beras yang ada di Bulog dengan Operasi Pasar (OP) agar harga agar tidak naik tajam.

"Policy-nya sudah jelas, saya sudah koordinasi dengan Mentan (Menteri Pertanian) kita pakai cadangan Bulog untuk OP sudah disampaikan tadi," jelas Gobel.

Sementara itu Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Hasil Sembiring mengungkapkan panen di beberapa sentra produksi beras di awal tahun memang masih sedikit. Pada Januari 2015 panen baru terjadi di 621.398 hektar awah. Sementara itu, Februari 2015 diprediksi luas panen meningkat menjadi 1,3 juta hektar, Maret 2015 2,4 juta hektar dan April 2,1 juta hektar.

Asumsi gabah kering giling (GKG) yang dihasilkan di bulan Januari 2015 sebesar 3,2 juta ton, Februari 6,7 juta ton, Maret 12,25 juta ton, April 10,6 juta ton. Bila dikonversi menjadi beras maka di bulan Januari 2015 ada 1,9 juta ton, Februari 2015 sebanyak 3,9 juta ton, Maret 2015 capai 7,1 juta ton dan April 2015 sebanyak 6,1 juta ton.

Ia juga mengatakan setelah bulan April 2015 luas panen akan meningkat seiring adanya tambahan tanam sebesar 2,6 juta hektar tanaman padi dengan produksi diperkirakan mencapai 9 juta ton gabah kering.

"Jadi produksi cukup banyak. Tahun 2015 tidak ada kekhawatiran," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads