Ini Negara dengan Ekonomi Terburuk di Dunia

Ini Negara dengan Ekonomi Terburuk di Dunia

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2015 10:54 WIB
Ini Negara dengan Ekonomi Terburuk di Dunia
Foto: Antrean Beli Makanan di Caracas (Reuters)
Jakarta - Inflasi 68% membuat Venezuela disebut sebagai negara dengan ekonomi terburuk di dunia. Ada sejumlah alasan lain negara ini disebut memiliki kondisi ekonomi buruk.

Dilansir dari CNN, Senin (23/02/2015), perusahaan asal Amerika Serikat (AS) seperti Ford dan Pepsi, merugi bisnisnya di Venezuela karena inflasi yang tinggi.

Maskapai penerbangan AS juga secara drastis mengurangi frekuensi penerbangannya ke ibu kota Venezuela, Caracas. Bahkan, sejumlah maskapai Eropa menghentikan penerbangannya ke Caracas. Berikut alasan menilai Venezuela adalah negara dengan ekonomi terburuk di dunia:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ketidakstabilan Politik

Pemerintahan Venezuela saat ini diimpin oleh Nicolas Maduro, pengganti Hugo Chavez yang meninggal. Maduro menjadi makin otoriter.

Di Februari ini, pemerintahan Maduro mengambil alih rantai bisnis supermarket, dan menahan Wali Kota Caracas, Antonio Ledezma, karena dianggap Maduro melakukan usaha penyingkiran dirinya. Ledezma memang sangat vokal mengritik pemerintahan Venezuela.

2. Krisis Makanan

Warga Venezuela disebut, harus antre berjam-jam di luar supermarket untuk membeli susu, gula, hingga tepung. Ada kekurangan pasokan makanan pada toko-toko di seluruh negeri tersebut, karena pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk membeli makanan impor.

Gula, tepung, dan beberapa bahan makanan 70% diimpor.

3. Dari Kaya Minyak Menjadi Miskin

Venezuela terguncang ekonominya karena anjloknya harga minyak dunia. Harga minyak turun 50% menjadi sekitar US$ 51 per barel. Sementara Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, dan ekonominya bergantung dengan minyak.

Sekarang, Maduro panik karena anjloknya harga minyak. Dia mengunjungi Tiongkok, Rusia, dan sejumlah negara OPEC untuk meminta bantuan pendanaan.

Maduro dalam siaran televisi milik pemerintah mengatakan, Tiongkok menawarkan bantuan. Namun imbalannya, Venezuela harus memberikan minyak gratis ke Negeri Tirai Bambu. Sejumlah ahli mengatakan, ini akan merugikan Venezuela.

4. Mata Uang Tidak Berharga

Mata uang Venezuela makin turun harganya, dibanding sejumlah mata uang di dunia. Mayoritas warga Venezuela menukarkan uangnya di pasar gelap. Setahun lalu, US$ 1 dihargai 88 bolivars, sekarang menjadi 190 bolivars. Ini menurut dolartoday.com, sebuah situs pasar gelap nilai tukar.

Kenapa harus di pasar gelap? Karena warga Venezuela hanya diperbolehkan membeli US$ 2.000 per bulan.

5. Sulit Bayar Utang

Negara ini memiliki utang US$ 11 miliar yang harus dibayar tahun ini. Sejumlah ahli menyatakan, Venezuela akan mengalami gagal bayar Oktober ini, saat harus membayar US$ 5 miliar utang jatuh tempo.

(dnl/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads