Curhat BKPM Daerah: Mau Kejar Investasi, Tapi Listrik Mati 3 Kali Sehari

Curhat BKPM Daerah: Mau Kejar Investasi, Tapi Listrik Mati 3 Kali Sehari

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2015 11:44 WIB
Curhat BKPM Daerah: Mau Kejar Investasi, Tapi Listrik Mati 3 Kali Sehari
Jakarta - Hari ini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengumpulkan Kepala BKPM Daerah se-Indonesia, untuk mengejar target investasi Rp 3.500 triliun, dalam 5 tahun ke depan.

Namun, dalam sesi tanya jawab, salah satu Kepala BKPM daerah mengeluarkan unek-uneknya. Sulit mengejar investasi di daerah, karena listrik mati tiga kali dalam sehari.

"Di 2019 total realisasi investasi Rp 3.500 triliun, atau naik dua kali lipat. Bukan hal yang sulit kok, dengan catatan, kami di daerah didukung oleh Pemerintah Pusat," kata Kepala BKPM Daerah Sumatera Utara Purnama Dewi, di kantor pusat BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewi mengatakan, realisasi investasi di Sumut tahun lalu mencapai Rp 10,8 triliun. Bahkan angka ini bisa tercapai lebih tinggi lagi, apabila pemerintah pusat dapat membantu Pemda Sumut bisa mengatasi krisis listrik di Sumut.

"Kami bagaimana mau undang investor kalau listriknya saja kita di sini krisis, malulah. Masak mati lampu di Sumut seperti orang minum obat, tiga kali sehari. Bahkan warga di Sumut justru bingung kalau dalam sehari listrik tidak mati," ungkapnya.

Dewi mengatakan, saat ini di Sumut mengalami krisis listrik sebesar 400 MW.

"Kebutuhan listrik kita mencapai 1.700 MW, tapi yang tersedia hanya 1.400 MW. Kami kekurangan energi yang sangat luar biasa," keluhnya.

Bahkan ia tambah geram lagi, ketika ada 15 perusahaan yang sudah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) atau perjanjian pembelian listrik, dengan PT PLN (Persero), dengan total daya mencapai 150 MW. Bahkan ada 19 perusahaan yang dalam proses PPA dengan PLN dengan total daya 150 MW.

"Bertahun-tahun proyek-proyek ini tidak jalan semua, padahal mereka sudah mendapatkan izin prinsip dari pusat. Ini investor sepertinya abal-abal semua, padahal kalau berjalan kami tidak krisis listrik. Ingin kami cabut itu izin prinsipnya, tapi tidak bisa karena itu dikeluarkan pusat," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads