Ikan RI Sering Dicuri, Punya 154 Kapal Patroli yang Beroperasi Hanya 12

Ikan RI Sering Dicuri, Punya 154 Kapal Patroli yang Beroperasi Hanya 12

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2015 17:50 WIB
Ikan RI Sering Dicuri, Punya 154 Kapal Patroli yang Beroperasi Hanya 12
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyatakan, timnya di Kabinet Kerja serius memperhatikan kedaulatan wilayah Indonesia. Ini dibuktikan dengan berbagai program peningkatan mutu dan pengawasan wilayah perbatasan, baik di laut maupun di darat.

Ia menyebut, baru di era pemerintahan saat ini terungkap, tidak banyak kapal patroli yang beroperasi. Sehingga banyak kegiatan penangkapan ikan secara ilegal yang sulit diawasi, apalagi ditindak.

Fakta mengenai kapal patroli yang beroperasi tersebut diperoleh Indroyono, ketika berdiskusi dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi, mengenai kesiapan pengamanan kedaulatan laut nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut petikan diskusi dirinya dengan KSAL yang disambut tawa para peserta di acara Rapat Koordinasi BKPM dan BKPM Daerah.

Indroyono membuka pertanyaan: "Berapa kapal yang kita punya?"

Dijawab oleh KSAL: "Ada 154 kapal patroli."

Indroyono pun menjawabnya dengan pertanyaan lagi: "Wah, hebat dong. Berapa yang operasi?"

Lalu dijawab oleh KSAL: "67 kapal."

Indroyono mengaku heran, mengapa hanya separuhnya yang beroperasi. Ia pun menanyakan lagi: "Berapa yang operasi?"

KSAL kembali menjawab, "Yang operasi 12 saja."

Hal tersebut disampaikan Indroyono dengan nada jenaka. Pernyataan tersebut pun dianggap lucu oleh para peserta lantaran dari ratusan kapal, ternyata hanya 12 unit saja yang beroperasi, sehingga ‎peserta pun menyambut pernyataan tersebut dengan tawa kecil beberapa saat.

Indroyono kembali bertanya: "Kok 12 doang?"

KSAL kembali menjawab: "karena kurang BBM."

Dari sini lah, Indroyono mengaku mengetahui kendala yang selama ini menghambat kegiatan operasional wilayah laut nasional. Menyadari kondisi tersebut, ia berkomitmen mengalokasikan dana khusus untuk penyediaan bahan bakar bagi kapal-kapal patroli tersebut.

"Saya bilang oke saya tambah BBM, nanti tapi harus ada hasilnya ya. Jangan yang jaga laut kita cuma 12 kapal. Kalau ada penusup bagaimana. Kalau lebih banyak kapal kan nanti ke barat ada, ke selatan ada, utara ada barat ada. Semua dijaga," tegasnya.

Sayang, ia tak merinci bagaimana BBM untuk kapal patroli tersebut akan disalurkan. Namun ia menyebut untuk membuat selurh kapal bisa beroperasi dibutuhkan dana Rp 5 triliun/tahun.

"Kalau ingin semua kapal patroli beroperasi, kita butuh Rp 5 triliun setahun," pungkas dia singkat tanpa menyebut bagaimana alokasi anggaran tersebut disalurkan.

(dna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads