2005 Tak Ada Privatisasi BUMN
Kamis, 03 Feb 2005 01:55 WIB
Jakarta - Menteri Negara BUMN Sugiharto menegaskan tidak ada privatisasi BUMN pada tahun 2005. Namun, 6 BUMN yang seharusnya diprivatisasi pada tahun 2004 akan dilakukan tahun ini. Hal ini disampaikan Sugiharto Meneg BUMN dalam RDPU dengan Komisi VI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2005)."Nama-nama BUMN yang akan diprivatisasi dalam RAPBN tahun 2005 itu sebenarnya tidak ada," ujarnya. Ia menambahkan ada beberapa BUMN yang awalnya direncanakan untuk diprivatisasi tahun lalu namun belum dilaksanakan. BUMN itu adalah PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dengan divestasi sampai 10 persen, PT Bank BNI Tbk dengan second offering sampai 30 persen, PT Perkebunan Nusantara III melalui penawaran umum saham perdananya sebesar 30 persen dan PT Merpati Nusantara Airlines dengan strategic sales sampai 51 persen.Kondisi terkhir PT Timah Tbk sudah berada pada penawaran kedua atau second offering sebesar 14 persen dari sahamnya akan dijual ke publik. Untuk PT Aneka Tambang Tbk sudah mencapai second offering14 persen. Sugiharto mengungkapkan pada anggaran 2002 dan 2003 berdasarkan laporan dari direksi PT Semen Gresik Tbk dan sesuai dengan kontrak PT Semen Gresik dengan Price Watercooper House, jumlah total biaya untuk spesial audit US$ 2,32 juta. Rinciannya pra spesial audit US$ 320 ribu dan spesial audit US$ 2 juta. Hingga ini telah dibayar US$ 1,25 juta. Sisanya akan dibayar setelah final report. Hasil spesial audit sesuai dengan jadwal baru akan disampaikan langsung kepada komisaris PT Semen Gresik akhir Januari 2005.
(rif/)











































