Para pedagang tak bisa berbuat banyak karena pasokan beras di dalam negeri di sentra-sentra produksi masih terbatas karena musim panen yang mundur dan belum merata.
Bahkan ada dugaan harga beras ini dimainkan oleh mafia. Berikut ini kondisi harga beras terkini di beberapa wilayah Indonesia seperti dirangkum detikFinance, Selasa (24/2/2015).
Harga Beras di DKI 100% di Atas Internasional
|
|
"Harga beras internasional cuma US$ 400-an/ton, setara Rp 5.000/Kg. Kita luar biasa mahalnya," kata salah satu pedagang beras di pasar Cipinang..
Ia mencontohkan beras impor asal Vietnam kelas medium dengan kualitas broken 15% hanya US$ 400/ton atau hanya Rp 5.000/kg. Bila sudah sampai di Indonesia harganya hanya Rp 6.000/kg, sudah termasuk bea masuk dan biaya angkut. Sedangkan untuk beras premium harganya tak jauh beda hanya selisih lebih mahal US$ 20-25 per ton, atau selisih lebih mahal Rp 200-300/kg dari beras medium.
"Apalagi untuk beras selundupan paling hanya Rp 5.500/kg sampai Indonesia," katanya.
Permainan Harga Beras
|
|
Permainan ini diduga menjadi salah satu penyebab harga beras di Jakarta melonjak, selain faktor suplai beras yang berkurang dari sentra produksi. Suplai yang berkurang menjadi ajang spekulasi oleh para pedagang beras.
Seorang pedagang beras di Pasar Cipinang yang merahasiakan namanya mengungkapkan harga beras di Cipinang melonjak sejak awal Februari setelah kebijakan dihapusnya Operasi Pasar (OP) beras Perum Bulog. Sebelumnya, para pedagang mendapat pasokan beras OP dari Bulog sehingga kebutuhan beras harian di Cipinang sebanyak 3.000 ton terpenuhi.
Namun pemerintah dan Bulog menghentikan OP beras di Pasar Cipinang, karena dianggap tak efektif karena harga tetap tinggi dan ditambah lagi ada kasus pengoplosan beras dari OP Bulog, yang dikemas dengan merek lain, dijual dengan harga yang lebih mahal dari beras OP.
Pedagang tersebut mengungkapkan sebelumnya harga beras OP milik Bulog terhadap para pedagang di Cipinang dijual Rp 6.800/kg. Harapannya, harga tebus di tingkat konsumen maksimal di angka Rp 7.400/kg. Kenyataannya, keberadaan beras Bulog di pasar-pasar justru menghilang karena dioplos dan harga beras tetap tinggi.
Mau Harga Beras Turun Lagi? Ini Usulan Pedagang
|
|
Seorang pedagang beras di Cipinang yang tak mau disebutkan namanya mengatakan banyak faktor yang membuat harga beras naik khususnya di Jakarta. Sehingga solusinya adalah mengembalikan kebijakan sebelumnya, yaitu dengan kembali melepas beras ke para pedagang dengan Operasi Pasar (OP) di Pasar Cipinang.
"Kalau Bulog kembali lepas beras OP 1.000 ton per hari di Pasar Cipinang, kalau dua pekan sudah 15.000 ton. Ini akan membuat harga beras bisa turun dalam 2 minggu," kata pedagang tersebut kepada detikFinance, Senin (23/2/2015).
Menurutnya, pemerintah dan Bulog bisa melakukan OP beras di Pasar Cipinang namun dengan pengawasan yang ketat. Tujuannya agar OP beras Bulog efektif meredam harga. Sebelumnya OP sudah berlangsung dua bulan di Pasar Cipinang, namun awal Februari dihentikan, dengan pertimbangan banyak penyimpangan seperti pengoplosan hingga harga beras tak turun, justru terus naik.
"Kalau menurut hemat saya nggak usah banyak OP di Cipinang, yang penting diawasi," katanya.
Pasokan Beras ke Pasar Makin Tipis
|
|
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), Senin (23/02/2015), kondisi pasokan rata-rata beras yang masuk ke PIBC pada tanggal 14 hingga 21 Februari 2015 hanya 1.827 ton per hari.
Berikut rinciannya:
Β Β Β 14 Februari 2015 masuk 1.679 ton.
Β Β Β 16 Februari 2015 masuk 1.879 ton.
Β Β Β 17 Februari 2015 masuk 2.468 ton.
Β Β Β 18 Februari 2015 masuk 2.555 ton.
Β Β Β 19 Februari 2015 masuk 665 ton.
Β Β Β 20 Februari 2015 masuk 2.065 ton.
Β Β Β 21 Februari 2015 masuk 1.475 ton.
Pasokan ini berada di bawah pasokan normal yang biasa masuk mencapai 2.500-3.000 ton per hari di Pasar Induk Cipinang.
Harga Beras di Jayapura Tertinggi di RI
|
|
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) hari ini, Senin (23/02/2015), harga beras medium tertinggi terjadi di Jayapura dengan harga Rp 13.000/kg atau naik dibandingkan rata-rata harga di bulan Januari 2015 sebesar Rp 12.603/kg.
Harga tertinggi beras juga masih di wilayah Pulau Papua yaitu di Papua Barat di Kota Manokwari, beras medium dijual dengan harga Rp 12.000/kg atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga di bulan Januari 2015 Rp 11.095/kg.
Di DKI Jakarta harga beras medium jenis IR II dijual dengan harga Rp 10.560/kg atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga di bulan Januari 2015 Rp Rp 9.954/kg.
Sedangkan beras jenis serupa di Bandung, Semarang Yogyakarta hingga Surabaya juga mengalami kenaikan harga dengan besaran yang berbeda.
Berikut ini daftar harga beras medium terbaru hari ini dibandingkan rata-rata harga di bulan Januari 2015 di berbagai kota di Indonesia:
1. Bandung naik dari Rp 9.548/kg menjadi Rp 10.600/kg,
2. Semarang naik dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 11.000/kg,
3. Yogyakarta naik dari Rp 9.019/kg menjadi Rp 9.633/kg,
4. Surabaya naik dari Rp 8.842/kg menjadi Rp 9.140/kg,
5. Serang turun dari Rp 9.060/kg menjadi Rp Rp 9.000/kg,
6. Banda Aceh turun dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 9.800/kg,
7. Medan turun dari Rp 10.010/kg menjadi Rp 10.000/kg,
8. Padang turun dari Rp 12.276/kg menjadi Rp 11.250/kg,
9. Pekanbaru naik dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 11.500/kg,
10. Tanjung Pinang naik dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 7.500/kg,
11. Jambi naik dari Rp 10.056/kg menjadi Rp 10.167/kg,
12. Pangkalpinang naik dari Rp 11.000/kg menjadi Rp 11.250/kg,
13. Palembang naik dari Rp 10.803/kg menjadi Rp 11.000/kg,
14. Bengkulu naik dari Rp 9.400/kg menjadi Rp Rp 11.250/kg,
15. Bandar Lampung naik dari Rp 8.945/kg menjadi Rp 10.167/kg,
16. Denpasar naik dari Rp 9.771/kg menjadi Rp 10.167/kg,
17. Mataram naik dari Rp 8.833/kg menjadi Rp 9.167/kg,
18. Kupang naik dari Rp 10.317/kg menjadi Rp 11.000/kg,
19. Gorontalo naik dari Rp 8.024/kg menjadi Rp 9.000/kg,
20. Pontianak turun dari Rp 11.089/kg menjadi Rp 11.000/kg,
21. Palangkaraya naik dari Rp 9.333/kg menjadi Rp 10.000/kg
22. Banjarmasin naik dari Rp 10.082/kg menjadi Rp 10.833/kg,
23. Samarinda naik dari Rp 9.940/kg menjadi Rp 10.250/kg,
24. Manado naik dari Rp 9.030/kg menjadi Rp 9.750/kg,
25. Palu naik dari Rp 8.695/kg menjadi Rp 10.000/kg,
26. Makassar naik dari Rp 8.714/kg menjadi Rp 9.000/kg,
27. Kendari naik dari Rp 8.533/kg menjadi Rp 8.700/kg,
28. Mamuju tetap Rp 9.600/kg,
29. Ambon tetap Rp 7.250/kg,
30. Sofifi naik dari Rp 8.601/kg menjadi Rp 8.625/kg.
Halaman 2 dari 6











































