Pasokan Kurang, Harga Gula di Jateng Stabil

Pasokan Kurang, Harga Gula di Jateng Stabil

- detikFinance
Kamis, 03 Feb 2005 10:12 WIB
Semarang - Di tengah isu beredarnya gula ilegal yang akan masuk ke Jawa tengah, harga gula di wilayah itu masih tetap stabil. Meski pasokan dinilai kurang, namun harga gula pasir di Jateng tidak melambung. Kestabilan harga gula terlihat dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang melalui survey di pasar-pasar Semarang. Harga harga gula per kilogram berkisar antara Rp 4.900 - Rp 5.000. Di semua pasar, tak ada pergeseran harga sama sekali.Di Pasar Karangayu, Johar, Peterongan, dan Bulu harga gula mencapai Rp 5.000 per kilogram. Harga gula termurah dapat ditemukan di Pasar Gayamsari Semarang yakni, sebesar Rp 4.900 per kilogramnya. Sedangkan, di Pasar Kota Semarang harga gula sebesar Rp 4.980 per kilogramnya."Jateng termasuk daerah yang kekurangan gula. Setahun paling tidak kita kekurangan sebanyak 160 ton per tahun. Tapi harganya masih stabil. Kami menilai itu terjadi karena ada pola distribusi yang baik dan terarah," kata Seksi Distribusi Disperindag Jateng Antonius Tri H ketika ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jl Pahlawan Semarang, Kamis (3/2/2005).Menurut Anton, 35 daerah di Jateng memerlukan 360 ton gula per tahun. Karena PTPN IX (Jateng) tak mampu memenuhi kebutuhan itu, mau tidak mau pemerintah provinsi harus membeli atau mengimpor.Dikatakan Anton, gula produksi dalam negeri tak lagi mencukupi. Karenanya, pihaknya mengimpor gula. "Beberapa waktu lalu, sebanyak 7.050 ton gula didatangkan dari Thailand. Sebanyak 3.750 ton milik PTPN XI (Surabaya Jatim), sisanya milik PTPN IX Jateng," tuturnya.Gula-gula impor itu belum didistribusikan ke konsumen. Sehingga, hingga saat ini hanya gula dalam negeri yang ada di pasaran. Distribusi gula impor itu menunggu kebijakan pemerintah provinsi.Menurut rencana, untuk menjaga harga dan cadangan gula, sebanyak 34.800 gula impor akan di datangkan ke Jateng. "Kemungkinan gula itu berasal dari Thailand. Tapi kami belum tahu kapan realisasinya," demikian Anton. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads