Utang Pemerintah Tembus Rp 2.700 Triliun, Menko Sofyan: Nggak Masalah

Utang Pemerintah Tembus Rp 2.700 Triliun, Menko Sofyan: Nggak Masalah

- detikFinance
Kamis, 26 Feb 2015 13:15 WIB
Utang Pemerintah Tembus Rp 2.700 Triliun, Menko Sofyan: Nggak Masalah
Jakarta - Hingga Januari 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 2.702,29 triliun. Naik 3,7% dibandingkan posisi bulan sebelumnya yaitu Rp 2.604,93 triliun.

Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, menilai utang pemerintah masih sehat. Dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), nilainya sekitar 25% dan itu terbilang rendah dibandingkan negara-negara lain.

"Sebenarnya utang itu nggak masalah selama kita gunakan untuk yang produktif. Rasio utang kita terhadap PDB juga masih rendah, sekitar 25%," kata Sofyan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, rasio utang terhadap PDB di beberapa negara ASEAN lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Misalnya di Singapura yang mencapai 108%, Malaysia 56%, bahkan Kamboja yang 28%.

Kemudian, lanjut Sofyan, utang tidak selalu negatif. Utang bisa menjadi positif bila digunakan untuk hal-hal yang produktif, seperti pembangunan infrastruktur.

Oleh karena itu, tambah Sofyan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun masih akan menarik utang. Termasuk dari luar negeri, seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), atau Jepang. Pasalnya, utang luar negeri lebih murah dibandingkan menerbitkan surat utang alias obligasi.

"Sebanyak mungkin (utang luar negeri) kita akan gunakan untuk infrastruktur. Dari Bank Dunia, ADB, JICA (Japan International Cooperation Agency), utang-utang yang bunganya 1% ke bawah dibayar paling cepat 30 tahun. Kalau pergi keluarkan global bond itu 7-8%, rupiah 8-9%," paparnya.

(hds/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads