Di Depan Petani, Mentan: Perjalanan Dinas Rp 4,1 T Untuk Pertanian

Di Depan Petani, Mentan: Perjalanan Dinas Rp 4,1 T Untuk Pertanian

- detikFinance
Kamis, 26 Feb 2015 16:02 WIB
Di Depan Petani, Mentan: Perjalanan Dinas Rp 4,1 T Untuk Pertanian
Malang - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak kepada semua pihak memberantas pengkhianat petani, siapa mereka?

"Kita harus menindak tegas, siapa saja yang tidak berpihak kepada petani. Aparat hukum harus menangkap dan membawanya ke penjara," katanya kepada wartawan di sela panen raya Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (26/2/2015).

Menurut dia, memang tidak dipungkiri ada indikasi peran mafia, jika itu benar atau terbukti harus ada tindakan tegas. "Kalau ada pejabat tidak berpihak kepada petani silakan lapor, nanti akan ada tindakan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keseriusan memberantas mafia beras maupun pupuk sudah dijalankan, dengan melakukan koordinasi dengan kepolisian.

Khususnya saat ini untuk menstabilkan harga beras maupun pupuk. "Sudah 20 orang ditangkap, Jawa Timur ada 6 orang karena masalah pupuk," bebernya.

Amran juga menyampaikan, akan seepnuh hati melayani rakyat. Jiwa raganya kini dipasrahkan untuk Indonesia.

Dirinya tidak ingin hanya berpura-pura membela petani, namun harus dengan langkah nyata. "Butuh kerja nyata, bukan hanya ngomong. Itu prinsip saya jalankan," tegasnya.

Dia mengaku, Indonesia sudah menuju swasembada beras. Itu merupakan wujud pemerintah melakukan revolusi bidang pertanian dengan banyak menurunkan alat pertanian bagi petani.

"Anggaran perjalanan dinas sudah dialihkan ke sektor pertanian senilai Rp 4,1 triliun. Nantinya di APBN perubahan juga begitu sudah ada 16 triliun ditambah DAK (dana alokasi khusus) sebesar Rp 4 triliun," ungkapnya di hadapan petani.

Dalam panen raya ikut mendampingi Bupati Malang Rendra Kresna, sejumlah Kepala Dinas Pemkab Malang, Danrem 083 Baladhika Jaya Malang, Kolonel Arm Totok Imam Santoso serta Komandan Kodim (Dandim) 0818 wilayah Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ahmad Riksani Gumayserta.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads