Isi Avtur di Sultan Iskandar Muda Bisa Bayar Langsung
Kamis, 03 Feb 2005 15:17 WIB
Jakarta - Banyaknya pesawat dan helikopter yang take off dan landing di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengakibatkan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) SIM terpaksa kerja keras untuk melayani kebutuhan avtur. Petugas pengisian avtur pun, juga bisa menerima langsung dari pilot untuk biaya pengisian avtur.Menurut Fitri Erika, Humas PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) I Medan, sistem pembayaran langsung itu, memang dimungkinkan mengingat situasi bencana alam di Nanggroe Aceh Darussalam, dan lagipula pola seperti merupakan salah satu dari tiga pola pembayaran yang ditetapkan PT Pertamina.Ada tiga pola pelayanan yang dilakukan, yakni cash atau bayar di tempat seperti yang berlangsung di DPPU SIM dan Bandara Polonia saat ini, Lalu ada central collection, yakni pelayanan dahulu baru bayar belakangan. Kemudian sistem deposit, yakni pembayaran dahulu baru kemudian dilayani pengisian avtur-nya, kata Erika, Kamis (3/2/2005) di Banda Aceh.Fitri Erika, yang berbicara kepada wartawan di Kantor Pertamina Cabang Banda Aceh di Jalan Daud Beureueh, Banda Aceh, lebih lanjut menyatakan, kendatipun frekeuensi penerbangan cukup tinggi, yang berpengaruh terhadap kebutuhan avtur, namun stok avtur stabil. Data pada Rabu (2/2/2005) menunjukkan, stok avtur di DPPU SIM sebanyak 360 kilo liter (kl). Suplai masih didatangkan dari Instalasi Labuhan Deli dengan bridger atau mobil khusus mengangkut avtur.DPPU SIM beroperasi selama 24 jam sehari sejak 27 Desember 2004 lalu. Biasanya hanya melayani delapan pesawat perhari, namun pasca tsunami hingga hari ini, bisa mencapai 70 sampai 80 pesawat perhari, termasuk helikopter, kata Erika. Kondisi ini, kata Erika membuat operasi lebih lama dan pekerja didatangkan dari unit-unit lain. Ada pekerja yang didatangkan dari Papua, Kalimantan, Sulawesi beberapa daerah di Jawa untuk membantu kegiatan pelayanan di DPPU SIM.
(mar/)











































