Bank sentral China memangkas suku bunga acuan untuk kredit dan deposito, sehari sebelum merilis data ekonomi yang menunjukkan melemahnya aktivitas manufaktur di Februari.
Dilansir Reuters, Senin (2/3/2015), bank sentral China menurunkan target pertumbuhan ekonominya menjadi 7% di tahun ini, dari 7,5% tahun lalu. Melemahnya pertumbuhan ekonomi China ini akan membuat konsumsi energi menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi minyak Libya disebutkan naik menjadi 400 barel per hari. Menteri Minyak Irak, Adel Abdel Mehdi mengatakan, harga minyak sulit mencapai level tertingginya seperti tahun lalu di atas US$ 100 per barel.
"Saya pikir, harga minyak tidak akan kembali ke tingkat sebelumnya," kata Mehdi.
(dnl/hds)











































