Januari-Februari 2015 Deflasi, Menko Sofyan: Alhamdulillah

Januari-Februari 2015 Deflasi, Menko Sofyan: Alhamdulillah

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2015 14:23 WIB
Januari-Februari 2015 Deflasi, Menko Sofyan: Alhamdulillah
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi deflasi 0,36% pada Februari 2015. Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, bersyukur karena deflasi terjadi di tengah-tengah melambungnya harga beras.

"Alhamdulillah selama 2 bulan ini deflasi. Tercatat di BPS beras memang meningkat, tapi tak banyak. Overall masih oke," kata Sofyan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Bahkan, lanjut Sofyan, bukan tidak mungkin inflasi bulan ini kembali rendah. Pasalnya, panen raya kemungkinan mulai terjadi Maret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada masalah lagi di beras bulan ini karena sudah mulai panen. Tentu kita akan melakukan apa saja supaya inflasi itu terkontrol dan sesuai dengan target," katanya.

Selain pasokan yang melimpah karena panen, tambah Sofyan, pemerintah juga akan mengamankan melalui tindakan tegas. Bagi mereka yang menimbun beras demi keuntungan pribadi, akan terancam hukuman pidana.

"Kalau supply banyak, mafia beras itu tidak akan ada. Tapi kalau diketahui mereka melakukan tindakan secara sengaja, seperti presiden mengatakan, akan ada pidana tentu. Siapa yang main-main akan di-black list, habis bisnisnya," tegas Sofyan.

Pada Februari, BPS mencatat terjadi deflasi 0,36%. Artinya, deflasi terjadi 2 kali berturut-turut setelah pada Januari 2015 juga deflasi 0,24%.

Berikut adalah sejumlah pengeluaran yang menyumbang deflasi alias mengalami penurunan harga:

  • Cabai merah. Harga turun 39,66%. ‎Disebabkan pasokan melimpah dan distribusi lancar karena sudah memasuki masa panen.
  • Bensin. Harga rata-rata turun 7,13% pada Februari dibanding Januari. Disebabkan penurunan harga minyak dunia, dan kebijakan pemerintah.
  • Cabai rawit. Harga turun 33,75%. Disebabkan pasokan melimpah.
  • Tarif angkutan dalam kota. Penurunan 2,83%. Disebabkan penurunan harga bensin Premium dan Solar.
  • Daging ayam. Harga turun 2,28%. Disebabkan pasokan melimpah.
  • Telur ayam ras. Harga turun 2,34%. Disebabkan pasokan melimpah.
Sementara itu, ada sejumlah pengeluaran yang menghambat deflasi yaitu:

  • Beras. Harga naik 2,88%. Disebabkan kekurangan pasokan karena belum memasuki masa panen.
  • Tarif listrik. Kenaikan 1,5%. Disebabkan Peraturan Menteri ESDM No 31/2014, mulai Januari 2015 perubahan tarif dasar listrik untuk golongan rumah tangga ‎1.300 watt ke atas mengikuti perubahan kurs rupiah, harga BBM, dan inflasi bulanan.
  • Tarif angkutan udara. Kenaikan 7,2%. Disebabkan peningkatan permintaan angkutan udara menjelang Imlek.
  • Sewa rumah. Kenaikan 0,49%. Disebabkan biaya perawatan rumah naik.
  • Emas. Kenaikan harga 1,56%. Disebabkan kenaikan harga emas dunia.
(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads