Harga beras sempat naik tinggi 30% dalam beberapa waktu terakhir. Ada sejumlah hal yang menjadi penyebabnya, mulai dari telatnya panen, hingga adanya permainan mafia atau spekulan.
Menanggapi hal ini, pemerintah lewat Perum Bulog melakukan operasi pasar beras, dan juga menggelontorkan beras miskin (raskin) di sejumlah daerah.
Hasilnya, sejak pekan lalu, harga beras di Pasar Induk Cipinang (Jakarta Timur) mulai beranjak turun. Penurunan harga sudah terjadi sejak akhir pekan lalu, setelah Perum Bulog 'mengguyur' operasi pasar (OP) beras murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Masuk <i>Blacklist</i>, Habis Bisnisnya!
|
|
"Kalau suplai banyak, mafia beras itu tidak akan ada. Tapi kalau diketahui mereka melakukan tindakan secara sengaja, seperti presiden mengatakan, akan ada pidana tentu," tegas Sofyan.
Buat mereka yang masih melakukan hal-hal yang menyebabkan harga beras naik, lanjut Sofyan, tidak akan ada ampun. Berdasarkan UU Perdagangan para penimbun akan kena sanksi pidana hingga 5 tahun atau denda maksimal Rp 50 miliar.
"Siapa yang main-main, akan di-blacklist. Habis bisnisnya," tutur dia.
Dalam waktu dekat, Sofyan menjamin harga beras akan kembali normal. Pasalnya, bulan ini akan mulai terjadi panen raya.
"Tidak ada masalah lagi di beras bulan ini karena sudah mulai panen. Yang penting begitu panen sudah terjadi, Bulog mulai menyerap dan pelaku pasar pedagang itu mendapat suplai yang banyak," katanya.
Pemerintah, tambah Sofyan, sebenarnya tidak mempermasalahkan kenaikan harga beras karena petani juga harus menikmati keuntungan. Namun kenaikan harus wajar dan stabil.
"Kita kan ingin harga yang stabil, kalau naik itu adalah naik yang normal. Kemarin itu persepsi kurangnya suplai, makanya pemerintah melakukan operasi pasar," sebutnya.
2. Pidanakan Spekulan
|
|
"Feeling saya mengatakan ini ada juga yang mau bermain. Ada yang mau bermain dengan tujuan agar kita impor," kata Jokowi.
"Saya sampaikan, tidak ada impor," lanjut Jokowi.
Hal itu ditegaskan Jokowi usai blusukan di Pasar Rawamangun, Sabtu lalu. Jokowi tidak hanya bertanya langsung kepada para pedagang pasar. Dia juga berkeliling hingga ke tempat-tempat penjualan sayur mayur dan ikan.
Menurut Jokowi, pasti ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan situasi seperti ini. Namun dia yakin harga beras dalam waktu dekat akan segera turun. "Karena sebentar lagi akan panen," lanjutnya.
Jokowi berjanji segera mengidentifikasi segala hambatan dalam distribusi beras ini. Jika ditemukan pelakunya, Jokowi akan langsung memerintahkan untuk segera ditangkap.
"Kalau sudah diidentifikasi ada pidananya ya langsung tangkap. Tegas, harus seperti itu. Ini sudah mengganggu namanya," tandasnya.
Tidak ada persiapan khusus untuk menyambut kedatangan Jokowi. Kondisi pasar masih ramai dengan pedagang dan pembeli. Pasar juga masih kotor dan kumuh.
3. Gandeng Bareskrim dan BIN
|
|
Kemendag pada beberapa kesempatan menemukan, harga beras di pasar umum dengan kualitas medium lebih dari Rp 8.500/kg.
"Kita lihat di dalam penyaluran beras khususnya di dalam pedagang dan distribusinya belum baik. Ke mana ini barang, kok menghilang di pasar," ungkap Direktur Bapokstra, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Robert J Bintaryo, Sabtu lalu.
Robert mengakui, ada alasan lain yang menyebabkan harga beras naik tajam. Seperti tidak dilakukan pembagian beras miskin (raskin) pada November-Desember 2014 yang menyebabkan kepanikan masyarakat.
"Memang kita akui, salah satu faktor kenapa terjadi gejolak harga ada unsur spekulasi. Kenapa harga beras tahun ini meningkat cukup tajam? Kita tahu beras raskin untuk 15,5 juta RTS (Rumah Tangga Sasaran) tidak dibagikan. Bila ini tidak tersedia, maka rakyat masuk ke pasar," paparnya.
Untuk mencari kebenaran terkait simpang siur kenaikan harga beras, Kemendag telah menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Lembaga Surveyor. Tugas utama ketiga lembaga ini menyelidiki sekaligus mengudit gudang beras yang ada di seluruh Indonesia.
"Kita besok turun ke lapangan dengan tim audit yang sudah dibentuk. Bareskrim dan BIN juga akan turun. untuk mendapatkan data detil termasuk mekanisme distribusi, apakah ada kemungkinan praktik penyimpangan, khususnya untuk beras Bulog," jelasnya.
Halaman 2 dari 4










































