Bangun Pabrik Beton, BUMN Ini Cari Utang Rp 300 Miliar

Bangun Pabrik Beton, BUMN Ini Cari Utang Rp 300 Miliar

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2015 12:14 WIB
Bangun Pabrik Beton, BUMN Ini Cari Utang Rp 300 Miliar
Jakarta -

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 300 miliar. Hasil penerbitan obligasi yang pertama ini, sebagian dananya akan digunakan untuk pembangunan pabrik beton pra cetak.

Demikian disampaikan Direktur Utama Perseroan Bambang E Marsono, saat acara Due Diligence Meeting and Pulic Expose, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Dia mengatakan, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa peranan sektor konstruksi masih menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, pada 2014, pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 6,58% menempati posisi kedua setelah sektor transportasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 9,31%.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sektor konstruksi, kegiatan usaha perseroan akan diuntungkan dengan kondisi pasar konstruksi, yang memiliki tingkat pertumbuhan stabil," kata dia.

Tercatat, nilai kontrak hingga September 2014 mencapai Rp 1,553 triliun, di mana porsi pemerintah sebesar Rp 1,356 triliun dan swasta Rp 197 miliar.

Sedangkan pendapatan perseroan dari Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp 932 miliar, dari kementerian lain-lain Rp 200 miliar, Pemda Tingkat I dan II Rp 217 miliar, BUMN Rp 148 miliar, dan swasta Rp 138 miliar.

Kinerja perseroan pada 30 September 2014 mencatat pendapatan usaha naik 51,05% menjadi Rp 444,298 miliar, dibanding pendapatan usaha periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan laba komprehensif tahun berjalan perseroan naik sebesar 49,31% menjadi Rp 19,449 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan tahun 2014 naik 32,33% menjadi Rp 371,238 miliar dibandingkan posisi tahun 2013.

Obligasi yang dijual berjangka waktu 3 tahun terhitung sejak tanggal emisi dengan jaminan berupa piutang performing, baik yang sudah ada maupun yang akan dikerjakan di kemudian hari, yang berasal dari proyek-proyek yang dilaksanakan perseroan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi yang terutang.

"Bunga obligasi di kisaran 10,75%-12%," kata dia.

Bambang menyebutkan, setelah dikurangi biaya-biaya, dana hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk tambahan setoran modal kepada entitas anak perseroan sebesar 50%, untuk investasi pembangunan pabrik beton pra cetak sebesar 33%, dan sisanya 16,67% akan digunakan untuk refinancing.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Bahana Securities. Book building menurut rencana akan dilakukan pada 3-16 Maret 2015 dengan masa penawaran umum 27-30 Maret 2015, ditargetkan listing atau pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 6 April 2015.

(drk/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads