Demikian hasil polling yang dilakukan oleh Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Rabu (4/3/2015).
Dari polling online tersebut, yang dilakukan sejak 2 Maret pukul 00.00 WIB sampai 3 Maret 2015 jam 17.00 WIB, kesalahan manajemen distribusi adalah aspek yang paling banyak dipilih responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat aspek tersebut diambil dari pesan komunikasi presiden, wakil presiden, dan sejumlah pengamat yang terliput media saat menyikapi masalah tersebut. Jumlah responden polling tersebut adalah 406 responden.
"Sebagai catatan, ada perbedaan cara komunikasi politik antara SBY dan Jokowi menyikapi kenaikan harga beras. SBY selama 2011-2012 langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menstabilkan harga, sedangkan Jokowi memandang ini adalah permainan mafia yang menginginkan pemerintah kembali mengimpor beras," kata juru bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI), yang juga Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
"Apa yang ditemukan dari polling kami tersebut mencerminkan opini publik, sebagai masukan kepada pemerintah," katanya.
(hen/hds)











































