Bongkar Muat di Pelabuhan Priok Sampai 8 Hari, Townsville Australia Cuma 5 Hari

Laporan dari Australia

Bongkar Muat di Pelabuhan Priok Sampai 8 Hari, Townsville Australia Cuma 5 Hari

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2015 14:20 WIB
Bongkar Muat di Pelabuhan Priok Sampai 8 Hari, Townsville Australia Cuma 5 Hari
Townsville - Aktivitas bongkar muat barang atau dwelling time di pelabuhan menjadi masalah besar persoalan logistik di Indonesia. Misalnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta butuh 8 hari untuk bongkar muat barang, sedangkan di Pelabuhan Townsville Australia hanya 5 hari.

Townsville merupakan sebuah kota di Australia, di bagian timur laut yang merupakan bagian dari wilayah Queensland.

General Manager Port of Townsville Claudia Brumme menuturkan aktivitas pelabuhan di pelabuhan yang dikelolannya memang lebih besar untuk ekspor dibandingkan impor. Penggunaan kontainer pun hanya sedikit, hanya sekitar 500.000 TEUs per tahun, sedangkan di Tanjung Priok bisa capai 10 juta TEUs (ekspor dan impor)/tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk barang yang menggunakan kontainer, masa bongkar muatnya 5 hari. Tapi itu hanya kecil," kata Claudia saat menemani agenda kunjungan Pelindo II di Port of Townsville, Rabu (4/3/2015)

Namun untuk barang dengan gudang penyimpanan yang difasilitasi pelabuhan, maka hanya membutuhkan waktu selama 5 jam. Misalnya gula, pupuk, timah hitam, semen, dan lainnya.

"Karena mesin kita berteknologi canggih dan membuat pergerakan barang itu semakin cepat," ujarnya.

Ia mengatakan investasi yang terbesar dari pelabuhan adalah lahan dan teknologi. Hal tersebut, menurutnya mendorong pelabuhan yang berkualitas, cepat dan efisien serta menguntungkan.

"Setiap kali investasi dikeluarkan kita optimalkan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan,". Imbuhnya.

Pelabuhan townsville berdiri di atas lahan dengan total 4.900 hektar, baru dioptimalkan sekitar 300 hektar. Pelabuhan ini memiliki 9 area sandar kapal untuk menangani barang 10 juta ton per tahun, perdagangan mencapai US$ 8 miliar, dan ada 1.525 pergerakan kapal.

Di Indonesia, pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan pemangkasan dwelling time dari sekitar 8 hari menjadi 4,7 hari. Target ini diproyeksi bisa tercapai dalam waktu 3 bulan ke depan.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads