Townsville merupakan sebuah kota di Australia, di bagian timur laut yang merupakan bagian dari wilayah Queensland.
General Manager Port of Townsville Claudia Brumme menuturkan aktivitas pelabuhan di pelabuhan yang dikelolannya memang lebih besar untuk ekspor dibandingkan impor. Penggunaan kontainer pun hanya sedikit, hanya sekitar 500.000 TEUs per tahun, sedangkan di Tanjung Priok bisa capai 10 juta TEUs (ekspor dan impor)/tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk barang dengan gudang penyimpanan yang difasilitasi pelabuhan, maka hanya membutuhkan waktu selama 5 jam. Misalnya gula, pupuk, timah hitam, semen, dan lainnya.
"Karena mesin kita berteknologi canggih dan membuat pergerakan barang itu semakin cepat," ujarnya.
Ia mengatakan investasi yang terbesar dari pelabuhan adalah lahan dan teknologi. Hal tersebut, menurutnya mendorong pelabuhan yang berkualitas, cepat dan efisien serta menguntungkan.
"Setiap kali investasi dikeluarkan kita optimalkan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan,". Imbuhnya.
Pelabuhan townsville berdiri di atas lahan dengan total 4.900 hektar, baru dioptimalkan sekitar 300 hektar. Pelabuhan ini memiliki 9 area sandar kapal untuk menangani barang 10 juta ton per tahun, perdagangan mencapai US$ 8 miliar, dan ada 1.525 pergerakan kapal.
Di Indonesia, pemerintahan Presiden Jokowi menargetkan pemangkasan dwelling time dari sekitar 8 hari menjadi 4,7 hari. Target ini diproyeksi bisa tercapai dalam waktu 3 bulan ke depan.
(mkl/hen)











































