Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Khaffid Sirotuddin menjelaskan temuan tersebut bukan berarti mengeneralisasi seluruh apel yang masuk di Indonesia tidak aman dikonsumsi. Apalagi Indonesia sudah tidak lagi mengimpor apel sejak 2014 dari Bidart Bros, California, perusahaan yang produk apelnya bermasalah dengan bakteri listeria.
"Jadi harus jelas, ini yang menimbulkan kepanikan. Yang bermasalah itu kan granny smith dan gala dari Bidart Bros, California AS. Selain itu tidak masalah," tegas Khaffid kepada detikFinance, Rabu (4/03/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Royal gala itu banyak dikembangkan di Afrika Selatan, Prancis, Australia. Sedangkan granny smith ini buah apel asam orang kita tidak terlalu suka banyak datang dari Australia, Selandia Baru dan Prancis," katanya.
Terkait temuan apel terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes, Khaffid minta Karantina Tanjung Priok segera memusnahkan puluhan ton apel tersebut dengan cara dibakar. Ia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi apel impor.
"Sejak 2014 tidak ada lagi apel dari Bidart Bros yang masuk ke Indonesia. Apel impor itu bisa dari mana saja. Yang di Tanjung Priok musnahkan saja selesai," jelasnya.
Akhir Januari 2015, Karantina Tanjung Priok, Kementan berhasil menggagalkan masuknya 2 kontainer berisi buah apel impor dari Amerika Serikat (AS) jenis granny smith dan gala, yang positif mengandung bakteri mematikan, Listeria monocytogenes. Sedangkan 2 kontainer lainnya dinyatakan negatif mengandung bakteri Listeria.
Sebelumnya Kementerian Pertanian AS atau United States Department of Agriculture (USDA) memberikan peringatan kepada negara-negara importir apel termasuk Indonesia, soal temuan bakteri berbahaya, Listeria monocytogenes. Pasca peringatan itu, pemerintah memperketat pengawasan impor buah dan sayur khususnya apel dari seluruh dunia.
Bakteri berbahaya ini ditemukan oleh Food and Drug Administration (FDA) di dalam apel yang diproduksi pabrik Bidart Bros di Bakersfield, California, AS.
Listeria monocytogenes menyebar di AS, sedikitnya ada 32 orang jatuh sakit gara-gara memakan apel ini di 11 negara bagian, bahkan sampai ada korban jiwa.
Bidart Bros sudah menyatakan penarikan atas produk apel jenis Granny Smith dan Gala yang sudah terlanjut beredar di pasaran. Pengiriman terakhir apel-apel ini dilakukan pada 2 Desember 2014.
(wij/hen)











































