Dilansir dari BBC, Kamis (5/2/2015), otoritas judi Macau mengatakan, omzet rumah judi di Macau pada Februari 2015 anjlok 48,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,
Februari lalu, penjudi menghabiskan 19,5 miliar patacas (US$ 2,4 miliar) atau sekitar Rp 28,8 triliun. Turun dari Februari 2014 yang mencapai 38 miliar patacas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota yang masih merupakan wilayah administrasi China ini, sangat menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada bisnis pariwisata perjudian. Macau adalah satu-satunya wilayah di China yang melegalkan bisnis kasino.
Presiden China, Xi Jinping melakukan pendekatan agar Makau mendiversifikasi ekonominya, dengan tidak menggantungkan sepenuhnya kepada bisnis judi. Nasihat ini diberikan Xi saat berkunjung ke Macau Desember 2014.
(dnl/hds)











































