"Semua pelabuhan baru yang akan dibangun itu pasti dengan produktivitas worldclass semua. Seperti yang kita lihat (di Australia)," kata Direktur Utama Pelindo II RJ Lino kepada detikFinance, Kamis (5/3/2015).
Pertama adalah pelabuhan Sorong dengan luas area 7.500 ha. Investasinya sekitar Rp 3-3,5 triliun dengan target penyelesaian pada 2017. Selain menjadi pusat untuk Indonesia bagian timur, pelabuhan ini akan strategis untuk kapal-kapal dari Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan ada kawasan ekonomi khusus di sana. Sehingga aktivitas pelabuhan akan tinggi," ujar Lino.
Ketiga adalah pelabuhan Carat, Sumatera Selatan. Nilai investasinya hampir sama dengan rencana untuk pelabuhan Kijing. Sementara area pelabuhannya seluas 5.000 ha.
Keempat adalah pelabuhan Cirebon dengan investasi Rp 2 triliun. Berbeda dengan tiga pelabuhan sebelumnya yang dibangun baru, pelabuhan Cirebon hanya direnovasi. Terutama perluasan lahan 20 ha dengan reklamasi.
"Cirebon juga diperdalam, karena sekarang -5 nanti akan diperdalam menjadi -10. Sehinga industri butuh bahan baku bisa mengambil dari Cirebon," terang Lino.
Pembiayaan untuk pelabuhan-pelabuhan ini akan menggunakan pinjaman luar negeri. Proses penjajakan tengah dimulai dan Lino optimistis banyak pihak yang ingin mendanai proyek tersebut.
"Kita pakai pinjaman dengan bunga rendah," imbuhnya
Sekretaris Perusahaan Pelindo II Rima Novianti menambahkan, proyek pembangunan pelabuhan baru lebih memungkinkan Indonesia untuk memiliki kualitas yang setara dengan pelabuhan di Townsville ataupun Brisbane.
Sebab langkah awal yang harus dipenuhi adalah luas area. Termasuk pembangunan fasilitas sebagai penunjang pelayanan. Kemudian industri yang akan menggunakan jasa pelabuhan untuk mengirimkan barangnya.
"Karena kalau lahannya kecil, akan sulit bagi pelabuhan ketika perdagangan tumbuh tinggi. Pelabuhan akan kewalahan memperluas lagi untuk tingkatkan kapasitas," jelas Rima.
Berikut sekilas penampakan Pelabuhan Brisbane:
(mkl/hds)











































