Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melaporkan perkembangan terbaru pembangunan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.600 km ke Presiden Jokowi, hari ini.
Total jalan tol Trans-Sumatera memiliki panjang sekitar 2.600 m. Awalnya ada empat ruas yang didahulukan itu, Palembang-Indralaya (22 km), Bakauheni-Terbanggi Besar, Pekanbaru-Kandis-Dumai, dan Medan-Binjai (16 km).
Namun dalam perkembangannya prioritas pembangunan di arahka ke Tol Bakauheni hingga Tanjung Api Api sepanjang 434 Km membutuhkan investasi Rp 50 triliun lebih. Hal ini untuk mendukung 'tol laut'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki mengatakan saat ini yang sudah ada kemajuan fisiknya adalah ruas Medan-Binjai, dari total panjang 16 km, ada 2 km yang sudah ada kemajuan fisiknya. "Rencananya bisa beroperasi tahun 2016," kata Basuki.
Sementara itu, untuk ruas Palembang-Indralaya pembebasan lahan sudah tuntas semua akan segera masuk persiapan konstruksi. "Sedang dibicarakan konstruksinya karena di situ rawa-rawa," katanya.
Sementara itu, Tol Bakauheni hingga Tanjung Api Api ditargetkan mulai grounbreaking pada April 2015. "Pebebasan lahan Gubernur Lampung sudah sosialsisasi, di desain semua sudah ok," katanya.
Sementara itu, ruas Pekanbaru-Kandis-Dumai, ditargetkan bisa beroperasi 2018. "Pekanbaru-dumai, sedamg dilakukan persiapanya oleh PT Hutama Karya," jelas Basuki.
Ia menambahkan ada regulasi yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi agar mempermudah PT Hutama Karya selaku BUMN yang mendapatkan penugasan menggarap Trans Sumatera, termasuk soal Hutama Karya menggandeng BUMN lain.
Beberapa regulasi yang akan mempermudah Hutama Karya adalah soal revisi Perpres penugasan Hutama Karya dan persoalan pembebasa lahan yang di bawah koordinasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
"Dalam rangka pembangunan Tol Sumatera ini ada Perpres No 100 tahun 2014 menugaskan BUMN Hutama Karya pembangunan tol ini tentu tidak bisa sendiri, bersama-bersama dengan BUMN lainnya," katanya.
Terkait pembiayaan proyek, khususnya untuk ruas Tol Bakauheni hingga Tanjung Api Api, akan didukung dari BUMN, dukungan bank, dan bantuan pemerintah pusat.
"Total anggaran, sekitar Rp 58 triliun, makannya ada konsorsium BUMN yang melaksanakan itu. Dengan pinjaman lunak dengan Kemenkeu dan akan membentuk bank infrastruktur," katanya
Untuk menopang Tol Bakauheni hingga Tanjung Api Api, yang akan menggabungkan ekonomi Jawa dan Sumatera maka akan dilakukan modernisasi dermaga pelabuhan di Merak dan Bakauheni.
(hen/hds)











































