Pengusaha Ini Ingin Dolar di Angka 'Nyaman' Rp 12.500-13.000

Pengusaha Ini Ingin Dolar di Angka 'Nyaman' Rp 12.500-13.000

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 13:40 WIB
Pengusaha Ini Ingin Dolar di Angka Nyaman Rp 12.500-13.000
Jakarta - Bagi pelaku usaha tekstil yang biasa beraktivitas ekspor-impor, nilai tukar dolar terhadap rupiah yang ideal adalah Rp 12.500-13.000. Angka ini dianggap paling pas karena di sisi ekspor bisa menguntungkan, juga bisa menekan impor produk jadi di sektor manufaktur.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno yang juga Presiden Direktur perusahaan tekstil PT Apac Inti Corpora, mengatakan pemerintah tak perlu panik. Saat ini yang penting pemerintah menjaga fundamental ekonomi yang makin baik sehingga nilai tukar rupiah bisa stabil.

"Menurut saya dolar Rp 12.500-13.000 itu bagus, stabil," kata Benny kepada detikFinance, Kamis (5/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Benny, saat ini sudah tak mungkin lagi rupiah menguat kembali ke titik Rp 10.000/US$. Menguatnya rupiah justru bisa menjadi bumerang bagi pelaku industri, terutama terhadap risiko serbuan produk jadi impor.

"Kalau kurs sampai Rp 10.000/US$, justru nggak menguntungkan. Barang impor membludak, barang impor jadi yang murah. Orang harus paham situasi saat ini," katanya.

Benny mengatakan bila rupiah menguat, misalnya ke titik Rp 10.000/US$, maka industri lokal justru terancam. Barang-barang konsumtif seperti gula, beras, kedelai, ponsel, pakaian dan lain-lain memang akan makin murah, namun industri di dalam negeri yang akan tertekan.

"Kalau ini terjadi, kapan membangun industri kita?" tanya Benny.

Ia berharap pemerintah tak perlu panik merespons dolar yang sudah mencapai Rp 13.000.

"Yang penting saat ini dengan dolar sampai Rp 13.000, pemerintah harus konsentrasi,mendorong ekspor, apalagi kalau suku bunga diturunkan, ini sangat bagus. Pemerintah tak perlu panik," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads