"Ada bagusnya dolar naik. Yang impor-impor susah," ungkap Susi saat ditemui di ruang kerjanya di gedung Mina Bahari I, Jakarta, Kamis (5/03/2015).
Di sektor kelautan dan perikanan, lanjut Susi, selama ini masih banyak produk yang diimpor. Contohnya garam dan pakan ikan. Untuk garam, terutama garam industri, Indonesia harus mengimpor setidaknya 2-2,1 juta ton/tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan tingginya dolar juga akan menguntungkan eksportir. "Untuk kita ekspor bagus. SDA (Sumber Daya Alam) dalam negeri ini bagus untuk kemandirian kita," jelasnya.
(wij/hds)










































