'Ramalan' Jitu Menteri Susi Terbukti, Dolar Tembus Rp 13.000

'Ramalan' Jitu Menteri Susi Terbukti, Dolar Tembus Rp 13.000

- detikFinance
Kamis, 05 Mar 2015 16:44 WIB
Ramalan Jitu Menteri Susi Terbukti, Dolar Tembus Rp 13.000
Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat hingga sempat menembus level Rp 13.000 bisa menguntungkan bagi Indonesia. Ternyata, Susi telah memperkirakan bahwa dolar AS akan mencapai Rp 13.000 sejak akhir tahun lalu.

"Ada bagusnya dolar naik. Yang impor-impor susah," ungkap Susi saat ditemui di ruang kerjanya di gedung Mina Bahari I, Jakarta, Kamis (5/03/2015).

Namun, Susi sudah mengantisipasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pada 4 Desember 2014 lalu, dia sudah memperkirakan dolar AS bisa tembus Rp 13.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dolar sebentar lagi Rp 13.000," ujarnya kala itu.

Meski bisa meredam impor, Susi khawatir dengan penguatan dolar. Pasalnya sekitar 70% pakan ikan nasional masih didatangkan melalui impor.

"Sektor perikanan budidaya berkembang luar biasa, saya senang. Tetapi saya ingin perikanan budidaya tidak ditunjang oleh pakan ikan impor. Kalau ketergantungan 70% impor ini membahayakan dan rentan sekali," paparnya.

Susi menegaskan Indonesia harus mulai mengurangi impor pakan ikan secara bertahap mulai saat ini. Caranya dengan membangun industri pakan ikan di dalam negeri.

"Jadi ini PR kita semua. Kalau bisa nol kita impor komponennya. Kita harus mulai setop pakan ikan dari Thailand dan pakan ikan harus datang dari Banyuwangi. Saya berjanji akan berusaha untuk on the right track," tegas Susi.

Pada 2013, impor pakan ikan mencapai 60.200 ton dengan nilai US$ 74 juta. Ada 3 negara besar penyuplai tepung ikan impor ke Indonesia yaitu Chile, Vietnam, dan China.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads