Keputusan pemusnahan dilakukan karena importir tidak mampu melakukan reekspor atau mengirimkan kembali apel-apel tersebut ke AS. Sesuai prosedur, bila ada sebuah barang yang ditolak masuk ke wilayah suatu negara maka opsinya harus direekspor.
"Sekali lagi mereka (importir) tidak bisa menyatakan reekspor karena mungkin perlu kapal dan pertimbangan biaya," kata Kepala Barantan Kementan Banun Harpini saat di lokasi acara pemusnahan, Karawang, Jumat (5/03/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balai Karantina Tanjung Priok menerima dokumen kedua kontainer ini pada tanggal 28 Januari 2015. Setelah itu dilakukan uji lab dan mengambil apel secara acak di PT Angler BioChamLab, Surabaya.
"Setelah itu kami keluarkan surat perintah penolakan tanggal 5 Februari 2015. Kita berikan waktu penolakan 14 hari. Dari yang kita sampaikan, ternyata tidak dimanfaatkan importir. Jatuh tempo 25 Februari 2015 dan mereka mengajukan pemusnahan," paparnya.
Purwo mengatakan awalnya importir mengajukan izin pemusnahan di Holcim, Cibinong. Namun setelah mengetahui produk yang dimusnahkan adalah apel segar dengan kadar air tinggi, pihak Holcim keberatan. Akhirnya pemusnahan dilakukan di PT Tenang Jaya Sejahtera, Karawang yang melayani pelayanan manajemen sampah.
Pemusnahan dilakukan melalui proses pembakaran dengan menggunakan alat incenerator di PT Tenang Jaya Sejahtera, di sebuah tempat pengolahan sampah di kawasan industri BTB 7 Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel Karawang, Jawa Barat.
Sebelumnya Kementerian Pertanian AS atau United States Department of Agriculture (USDA) memberikan peringatan kepada negara-negara importir apel termasuk Indonesia, soal temuan bakteri berbahaya, Listeria monocytogenes. Pasca peringatan itu, pemerintah memperketat pengawasan impor buah dan sayur khususnya apel dari seluruh dunia.
Bakteri berbahaya ini ditemukan oleh Food and Drug Administration (FDA) di dalam apel yang diproduksi pabrik Bidart Bros di Bakersfield, California, AS.
Listeria monocytogenes menyebar di AS, sedikitnya ada 32 orang jatuh sakit gara-gara memakan apel ini di 11 negara bagian, bahkan sampai ada korban jiwa.
Bidart Bros sudah menyatakan penarikan atas produk apel jenis Granny Smith dan Gala yang sudah terlanjut beredar di pasaran. Pengiriman terakhir apel-apel ini dilakukan pada 2 Desember 2014.
(wij/hen)











































