Cina Bantah Ambil Alih Yukos

Cina Bantah Ambil Alih Yukos

- detikFinance
Jumat, 04 Feb 2005 13:56 WIB
Jakarta - Cina membantah telah menyediakan dana sebesar US$ 6 miliar untuk membeli aset-aset Yukos, perusahaan minyak raksasa Rusia."Dapat saya sampaikan, bahwa Cina tidak pernah menyediakan dana sebesar US$ 6 miliar untuk perusahaan minyak Rusia Yukos," kata kata Juru Bicara Menteri Luar Negeri Cina Kong Quan seperti yang dikutip AP di Beijing, Jumat (5/2/2005).Pihak otoritas Rusia juga memberikan bantahan yang sama yang menyatakan, pinjaman sebesar US$ 6 miliar dari Cina kepada Rosneft berkaitan dengan pengambilalihan aset-aset anak perusahaan Ysukos yakni Yuganskneftegaz.Rusia telah melelang aset Yukos dilakukan untuk membayar tunggakan pajak perusahaan minyak terbesar di Rusia itu. Pengadilan di Amerika Serikat (AS) dan Rusia berselisih paham soal pelelangan itu, dimana pengadilan di AS menolak aset-aset Yukos dilelang.Sebuah perusahaan yang tidak diketahui telah melakukan penawaran dan mengambil alih Yukos dari Rosneft. Rosneft adalah badan usaha pemerintah Rusia yang telah mengambilalih Yukos. Berbagai spekulasi bermunculan, dana untuk membeli Yukos berasal dari Cina. Rosneft menyatakan, dana sebesar US$ 6 miliar dari perusahaan minyak Cina itu adalah untuk kontrak pembelian minyak pada hingga 2010 dan bukan pinjaman untuk mengambil alih Yukos.Pemerintah Cina sengaja mengeluarkan dana tersebut untuk mengamankan pasokan energinya dengan memanfaatkan "booming" ekonominya dengan membeli minyak dengan jumlah banyak dari Yukos.Sementara Kong kembali menegaskan, dana itu bukan untuk membantu pendanaan sebuah bank guna menolong Rosneft yang mengalami kesulitan keuangan dalam mengelola Yukos. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads