Hal ini terbukti dari Bisnis travel haji dan umrah tetap ramai. Padahal ongkos naik haji dan umrah makin mahal gara-gara dolar AS melambung.
"Semenjak dolar AS naik kita tetap lancar saja, enggak pengaruh," ujar Sandra, Staff Administrasi Anata Tour & Travel saat disambangi detikFinance di Jalan Letjen Suprapto No.22 C-D, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, kata dia, masyarakat sudah jauh-jauh hari mempersiapkan segala kebutuhan umrah termasuk tiket pesawat.
"Mereka kan biasanya sudah planning jauh-jauh hari, jadi dolar AS mahal juga nggak berpengaruh," ucap dia.
Sandra menyebutkan, untuk sekali perjalan umroh reguler dengan waktu 9 hari biayanya dipatok di harga US$ 1.750. Umrah reguler ini difasilitasi menggunakan hotel bintang 3 untuk menginap dan 3 kali makan masakan Indonesia dalam sehari.
Sementara untuk umrah spesial dengan jangka waktu 9 hari biayanya US$ 2.550, bedanya tempat menginapnya di hotel bintang 5.
Sedangkan paket umroh plus selama 12 hari dengan layanan jalan-jalan ke Turki atau Mesir, Aqsha, atau Eropa, biayanya US$ 2.750.
Dalam 3 bulan terakhir, Sandra menyebutkan, pihaknya sudah memberangkatkan 600 orang.
"Tahun kemarin itu kita berangkatkan 300 paket umrah. Tapi pas Desember 2014 sampai Februari 2015 sudah 600 paket umrah kita berangkatkan, jadi tergantung musim dan niat," imbuh Sandra.
(drk/ang)










































