Dolar Tembus Rp 13.000, Harga Pakaian Impor Branded Belum Naik

Dolar Tembus Rp 13.000, Harga Pakaian Impor Branded Belum Naik

- detikFinance
Selasa, 10 Mar 2015 12:51 WIB
Dolar Tembus Rp 13.000, Harga Pakaian Impor Branded Belum Naik
Jakarta - Peritel pakaian bermerek impor saat ini lebih memilih menahan harga jual produk mereka. Alasannya kurs dolar yang mencapai Rp 13.000 saat ini baru terjadi sepekan terakhir.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa mengatakan selain itu, para pedagang atau distributor pakaian bermerek (branded) masih menjual pakaian dari stok lama yang dibeli berdasarkan kurs yang masih murah. Saat ini harga barang mermerek seperti pakaian, tas, dan sebagainya masih dijual dengan harga lama.

"Ini dolar Rp 13.000, belum mempengaruh pada harga jual, ini kan baru sepekan. Tentunya akan baru berimbas pada harga jual untuk stok pembelian baru," kata Handaka kepada detikFinance, Selasa (10/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Handaka menambahkan saat ini penjual pakaian bermerek khawatir dengan persaingan yang ketat bila terburu-buru menaikkan harga. "Kalau mengejar keuntungan untuk menaikkan dulu, itu nggak mungkin, masing-masing merek seperti Uniqlo, Mango dan lainnya, kita ketat bersaing sekarang," katanya.

Selain itu, persaingan juga datang dari penjual pakaian merek di luar negeri khususnya di Singapura.

"Ada beberapa kendala kita, kalau menaikkan harga sekarang. Persaingan kita dengan Singapura, sekarang tiket ke sana Rp 300.000, ritel kita sekarang berat," katanya.

Ia mengatakan pasar pakaian bermerek di dalam negeri sangat terbatas, karena asumsinya konsumen akan membeli produk sesuai dengan segmen masing-masing. Meski pasar pakaian bermerek adalah kalangan atas, namun bila ada kenaikan maka secara alami konsumen akan mencari pilihan lain yang lebih murah seperti belanja ke Singapura.

"Kami mengharapkan dolar segera bisa turun," kata Handaka.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads