Menurutnya, di Tanjung Priok terlalu banyak pihak-pihak yang ikut mengelola pelabuhan. Dampaknya sistem manajemen pelabuhan menjadi semrawut.
"Kalau di Tanjung Priok sekarang yang punya truk beda, ngurus parkir ada 40 perusahaan, pemeriksaan fisik itu perusahaan beda-beda. Semua harusnya satu," kata Indroyono saat acara Lokakarya Nasional di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Indroyono, Pelabuhan Priok seharusnya dikelola oleh satu manajemen yakni PT Pelindo II (Persero) sedangkan pengawasan di bawah koordinasi oleh Otoritas Pelabuhan. Apalagi Pelabuhan Priok masuk ke dalam 5 pelabuhan laut dalam (deep sea port) di dalam program 'Tol Laut' Jokowi.
"Nanti ada port authority atau otoritas pelabuhan sebagai regulator. Yang mengendalikan semua di pelabuhan," jelasnya.
(feb/hen)











































