Kritik Pengelolaan Tanjung Priok, Menko Maritim: Dari Parkir Hingga Truk yang Urus Beda

Kritik Pengelolaan Tanjung Priok, Menko Maritim: Dari Parkir Hingga Truk yang Urus Beda

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2015 11:22 WIB
Kritik Pengelolaan Tanjung Priok, Menko Maritim: Dari Parkir Hingga Truk yang Urus Beda
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengkritik soal pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan Tanjuang Priok merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia dengan volume kontainer ekspor impor hingga 10 juta TEUs per tahun.

Menurutnya, di Tanjung Priok terlalu banyak pihak-pihak yang ikut mengelola pelabuhan. Dampaknya sistem manajemen pelabuhan menjadi semrawut.

"Kalau di Tanjung Priok sekarang yang punya truk beda, ngurus parkir ada 40 perusahaan, pemeriksaan fisik itu perusahaan beda-beda. Semua harusnya satu," kata Indroyono saat acara Lokakarya Nasional di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, hadir beberapa perwakilan pengusaha dari Kadin antara lain Vince Gowan, Natsir Mansyur dan pengusaha lainnya. Juga hadir perwakilan dari beberapa BUMN seperti PT Antam dan para pejabat pemerintah lainnya dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian ESDM.

Menurut Indroyono, Pelabuhan Priok seharusnya dikelola oleh satu manajemen yakni PT Pelindo II (Persero) sedangkan pengawasan di bawah koordinasi oleh Otoritas Pelabuhan. Apalagi Pelabuhan Priok masuk ke dalam 5 pelabuhan laut dalam (deep sea port) di dalam program 'Tol Laut' Jokowi.

"Nanti ada port authority atau otoritas pelabuhan sebagai regulator. Yang mengendalikan semua di pelabuhan," jelasnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads