"Kapal Thailand diamplas dan dicat baru dengan bahasa transmigrasi nelayan. Saya tersinggung, saya offended (tersinggung) dengan cara seperti ini," kata Susi di acara Rencana Strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2015-2019 di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (11/03/2015).
Susi menyatakan, cara ini dilakukan pelaku usaha di sektor perikanan yang merasa dirugikan akibat aturan moratorium perizinan kapal eks asing. Aturan yang berlaku sejak awal November 2015 sukses mematikan operasional seluruh kapal eks asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Susi mengakui, selalu ada pengusaha yang mencari celah kelemahan dari beberapa kebijakan yang dibuatnya. Kesal dengan tingkah laku pengusaha, Susi lantas berbicara cukup keras.
"Transmigrasi nelayan ini dijadikan program yang merugikan negara karena sumber daya laut tergerus dan habis. Miliaran dolar dikeruk dari Arafura. Bila ini tidak dilakukan, NKRI hanya kata dan tidak ada artinya," tegasnya.
(wij/dnl)











































