Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Setda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, rencananya monorel Bandung Raya yang digagas oleh Pemprov Jabar akan menggabungkan teknologi dari dua negara tersebut.
Hal itu diungkapkan Iwa saat ditanya terkait perkembangan pembangunan monorel Bandung Raya di ruang kerjanya, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (12/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwa juga meyakini keseriusan pemerintah China bekerjasama dengan Pemprov Jabar untuk membangun monorel terlihat jelas. Terbukti beberapa waktu lalu pemerintah China datang langsung ke Jabar untuk membahas monorel.
"Kemarin itu ada 14 delegasi dari pemerintah China, khususnya provinsi Chong Qing sudah datang ke sini. Karena memang monorel ini pekerjaan yang cukup berat," ungkapnya.
Iwa juga mengatakan, pemerintah China membantu pihaknya dalam membuat studi kelayakan, keuangan dan lainnya.
"Pokoknya prinsip kerjasama antara kami dengan mereka (China) dalam proyek ini sifatnya B to B atau business to businnes. Jadi benar-benar dihitung untung ruginya," kata dia.
Rencananya pada April mendatang trase pertama proyek monorel Bandung Raya yang digagas oleh Pemprov Jabar bisa segera dimulai
"Secara umum mereka mendukung penuh monorel ini. Mudah-mudahan trase pertama yang menghubungan Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari bisa tercapai," tandasnya.
(avi/ang)











































