Sektor Industri Sudah Antisipasi Kenaikan Harga BBM

Sektor Industri Sudah Antisipasi Kenaikan Harga BBM

- detikFinance
Sabtu, 05 Feb 2005 00:45 WIB
Jakarta - Sektor industri sudah mempersiapkan perhitungan biaya pengeluaran bila harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Namun pengusaha mengharapkan kenaikan BBM dikompensasi dengan penurunan komponen lain, diantaranya pungutan liar.Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Produsen Garmen Indonesia, Natsir Mansyur,saat ditemui di Rapat pimpinan (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di hotel Sahid Jaya, Jl. Asia-Afrika. Jumat (04/02/2005)."Kalau melihat niat pemerintah sudah bulat untuk menaikan BBM, saya sebagai pengusaha oke saja. Tapi di sini perlu ada keseimbangan turunnya biaya beban industri seperti beaya masuk impor bahan baku, suku bunga dan menghilangkan pungutan liar," katanya.Menurut Natsir, masalah sektor real khususnya industri ialah daya saing menurun sementara biaya produksi meninggi. "BBM naik saya yakin komponen produksi pun naik. Kapan saja naik terserah tapi yang pengusaha inginkan adanya keseimbangan."Ditemui di tempat yang sama Wakil ketua umum Kadin bidang industri, Rahmat Gobel, mengatakan dunia industri sudah mulai menghitung pengeluarannya dengan adanya rencana kenaikan BBM. Ini karena rencana kenaikan sudah disosialisasikan cukup lama.""Maka industri harus melakukan penyesuaian. Dampaknya ke UKM akan terasa kita harus bisa membantunya diantaranya dengan memeberantas pungutan tidak resmi yang membebani mereka," katanya.Sementara ketika ditanyai tentang dampak akan Perda larangan merokok di tempat umum terhadap dunia industri, Gobel melihat dari sisi positifnya dan tidak langsung pada implikasi produksi turun. "Lihat sisi objektifnya untuk lingkungan masyarakat. Di luar negeri juga sudah menerapkan peraturan seperti ini." (gtp/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads