Ada dua bangunan utama di kompleks pelabuhan ferry yang terletak di Jalan RE Martadinata, Batam, Kepulauan Riau. Satu bangunan pelabuhan penyeberangan domestik, dan satu lagi internasional.
Jonan beserta rombongan, yang juga didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, begitu tiba langsung menuju pelabuhan penyeberangan domestik. Di sana, Jonan melihat-lihat dan melakukan peninjauan terhadap kapal-kapal yang ada di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruang tunggu di pelabuhan domestik ini hanya terdiri dari beberapa baris kursi besi. Segelintir penumpang tengah menunggu kapal di tengah hawa ruangan yang cukup membuat berkeringat. Di terminal domestik ini pun hanya ada kantin-kantin kecil yang menjual masakan, minuman dan sejenisnya.
Kondisi jauh berbeda ada di pelabuhan internasional, tepat di sebelah pelabuhan domestik. Sekitar 20-30 menit menghabiskan waktu di pelabuhan domestik tadi, Jonan bergeser ke pelabuhan internasional. Jonan seperti sangat kaget melihat kondisi yang sangat jomplang.
"Kok beda banget?" heran Jonan kaget ketika melihat pelabuhan tersebut, Jumat (13/3/2015).
Memang kondisi tersebut sangat berbeda. Boleh dikatakan, pelabuhan domestik seperti terminal bus, sedangkan pelabuhan internasional layaknya terminal bandara.
Begitu masuk ke ruangan, hawa dingin penyejuk ruangan sudah terasa. Gedung ini pun terdiri dari dua lantai, dilengkapi ruang tunggu yang sejuk dan nyaman. Tak heran Jonan terheran-heran melihatnya.
Area parkir di pelabuhan internasional yang melayani penyeberangan ke Singapura ini pun tertata rapi. Bangunan gedung tampak modern, jauh berbeda dengan terminal domestik.
"Saya sudah katakan jangan terlalu berbeda. Katanya sudah akan dikerjakan. Enggak boleh terlalu berbeda begitu," kata Jonan.
(zul/ang)











































