Setelah Malaysia dan Jepang, China Berniat Investasi Perikanan di RI

Setelah Malaysia dan Jepang, China Berniat Investasi Perikanan di RI

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2015 15:28 WIB
Setelah Malaysia dan Jepang, China Berniat Investasi Perikanan di RI
Jakarta - Hari ini utusan dua negara yaitu Malaysia dan Jepang bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kedua negara tersebut secara bergantian membicarakan sektor perikanan salah satunya peluang bisa berinvestasi di Indonesia.

Irjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andha Fauzie Miraza mengatakan setelah Jepang dan Malaysia negara lain akan datang dan meminta izin investasi di sektor perikanan di Indonesia, seperti China.

"Kemungkinan China juga. Kita belum tahu itu. Makanya nanti kita mesti lihat lagi ya," kata Andha kepada detikFinance, Jumat (13/03/2015).

Cara itu dilakukan karena melihat stok ikan laut di berbagai negara mengalami kekosongan. Hal ini terjadi akibat kebijakan Susi yang mengeluarkan aturan moratorium izin kapal eks asing dan pelarangan bongkar muat ikan di tengah laut atau transshipment.

"Kalau itu (dampak kebijakan Susi) sudah tuh, memang luar biasa ini. Thailand, Filipina juga General Santos dia punya UPI-UPIan yang di Bitung. Vietnam lobster. Kalau kita setop ekspor benih, setop juga biar kita gemukkan. Ini sangat luar biasa kebijakan ibu," paparnya.

Senada dengan Susi, Andha memberikan penjelasan bila sektor investasi perikanan yang dibuka adalah sektor hilir seperti pengalengan, pengolahan, cold storage hingga industri processing lainnya. Izin tidak dibuka untuk usaha tangkap yang tetap dilakukan oleh nelayan Indonesia.

"Artinya begini, kalau mereka mau ikan ayo datang ke sini bawa uang mau bikin galangan kapal, pengolahan di sini. Nah, itu saja, jangan bawa kapal di sini, kalau bawa sama ibu ditenggelamin dan dijadikan rumpon," katanya.

(wij/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads