Boleh dibilang Jonan tengah tour Sumatera. Karena sejak kemarin hingga besok, Jonan tak hanya mengunjungi Kepuβlauan Riau. Agendanya bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya itu pun bakal berlanjut di Riau, Jambi, Bengkulu juga Bangka Belitung.
Jonan tiba di pelabuhan telaga Punggur, Batam pukul 19.00 WIB, kemarin (12/3/2015), setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam dari Tanjung Pinang di provinsi yang sama. βTak berlama-lama, selama sekitar 15 menit Jonan berada di pelabuhan tersebut untuk mendengarkan paparan rencana renovasi pelabuhan berumur 22 tahun ini. Dia dan rombongan lalu bergegas menuju hotel yang berjarak sekitar 20 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi harinya, sekitar pukul 06.30 WIB, iring-iringan kendaraan menuju ke Vessel Traffic Services (VTS) Systems. Di tempat itu, Jonan yang memakai seragam Kemenhub berwarna putih lengan pendek ini melihat bagaimana kinerja dari VTS. Beberapa petugas serius duduk di depan monitor yang menampilkan peta lautan, perbatasan antara Singapura dan Indonesia di perairan Batam.
Layaknya Air Traffic Control di bandara yang memantau pergerakan pesawat, VTS pun sama, namun fungsinya untuk mengontrol kapal-kapal laut. Di sini, Jonan mengetahui sampai mana batas perairan yang boleh dimasuki kapal-kapal asing dengan atau tanpa izin. Karena di awal Maret lalu, ada dua kapal asal Singapura yang ditangkap otoritas pelabuhan Batam.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan penyebrangan Sekupang. Tempat pertama yang dikunjungi di kompleks ini adalah terminal domestik. Di pelabuhan inilah ditambatkan dua kapal asing asal Singapura yang ditangkap itu. Jonan menaiki dua kapal tersebut dan berbincang-bincang dengan para pejabat pelabuhan.
"Kalau di perbatasan itu pasti menggunakan aturan internasional. Itu saja. Tindakan selanjutnya tertibkan semua. Diproses hukum saja, tak ada operasi khusus ini setiap hari kok. Kalau melanggar diproses," kata Jonan memberikan keterangan.
Dari situ, rombongan menuju ke terminal internasional yang berada di sebelah terminal domestik. Alangkah kagetnya Jonan melihat kondisi dua terminal ini yang timpang. Terminal domestik layaknya terminal bus, sedangkan internasional seperti terminal di bandara.
"Kok beda banget?" tanya Jonan kaget.
Merespons pertanyaan Jonan, otoritas pelabuhan yang diopersikan oleh BP Batam ini menjelaskan rencana renovasi terminal domestik βdengan biaya Rp 60 miliar. Ditargetkan, dalam dua tahun, kondisi terminal domestik Pelabuhan Sekupang akan jauh berbeda dengan hari ini.
Di sana Jonan pun memberikan arahan agar seaport tax atau passenger service charge untuk penumpang domsetik dinaikkan, dari Rp 5 ribu, menjadi Rp 15 atau 20 ribu, jika renovasi sudah dilakukan.
Tak lama kemudian Jonan kembali ke minibus untuk bertolak ke Bandara Hang Nadim, tujuan selanjutnya. Suasana di bandara saat itu tak begitu ramai, sehingga kedatangan Jonan pun tak begitu membuat riuh suasana, meski ada yang nampak terheran-heran.
"Pak menteri itu," bisik warga yang ada di bandara bersahutan.
Di sana, Jonan melihat-lihat fasilitas bandara. Perhatian Jonan sempat tertuju pada satu alat yaitu security detection system. Alat yang mampu mendeteksi benda-benda mencurigakan pada tubuh manusia.
Bentuk alat tersebut berbentuk tabung besar yang muat untuk satu orang. Cara kerjanya, jika ada orang yang mencurigakan, petugas bea cukai atau keamanan bandara akan menyuruh orang tersebut untuk berdiri di tabung itu, dan monitor akan memindai (scan) dan menampilkan hasilnya.
"Coba bapak masuk ke situ," canda Jonan kepada salah satu pejabat bandara.
Sama dengan pelabuhan, bandara di Batam ini juga bakal diperluas. Selain diperluas, di bandara berkapasitas 5 juta penumpang ini pun bakal dibangun 1 terminal tambahan.
Di sisi udara, βjuga bakal dibangun apron, taxiway yang baru. Perluasan akan dimulai tahun depan dan diharapkan selesai dalam dua tahun setelahnya.
"Kapasitasnya menjadi 7 juta sehingga kita bisa bertahan sampai 5 tahun. Pada saat 5 tahun itu, diharapkan βyang baru sudah selesai," katanya.
Untuk merealisasikan proyek ini, operator bandara BP Batam bakal menggelontorlkan investasi sebesar Rp 225 miliar untuk perluasan dan Rp 3 triliun untuk pembangunan terminal baru.
Usai blusukan di Bandara Hang Nadim, Batam, Jonan kemudian bertolak menggunakan pesawat ke tempat selanjutnya. Dari informasi yang didapat, Jonan dan rombongan akan terbang ke Riau.
(zul/ang)











































