Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri ekonomi di Istana Bogor, dalam rangka rapat terbatas (ratas) bidang ekonomi. Salah satu agenda yang dibahas adalah soal perkembangan harga beras, yang sebelumnya sempat melonjak di awal Februari 2015.
"Yang pertama saya akan berbicara mengenai masalah beras, setelah hasil operasi pasar dan penggelontoran raskin kira-kira 3 minggu yang lalu belum pernah ada laporan sama sekali kepada saya mengenai perkembamgan harga di pasar," ujar Jokowi sebelum memulai ratas di Istana Bogor, Minggu (15/3/2015)
Jokowi mengaku telah mengecek sendiri perkembangan harga beras pasca operasi pasar (OP) beras besar-besaran beberapa pekan lalu. Ia secara langsung mengutus timnya ke lapangan untuk mengecek harga. Sore ini, hasilnya Jokowi sampaikan kepada para menterinya, namun dengan nada sindiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur untuk jenis beras IR3 sebelum naik pada awal Februari harganya hanya Rp 7.800/Kg, kemudian setelah ada kenaikan harga mencapai Rp 10.300/Kg. Kini sudah ada penurunan harga beras, menuju ke harga normal.
"Sekarang sudah Rp 7.900/kg artinya hanya terpaut Rp 100/Kg (dari harga lama)," katanya.
Â
Jokowi juga melaporkan untuk beras IR2 yang sebelum harganya naik Rp 8.300/Kg, lalu sempat naik menjadi Rp 10.500/Kg. Namun sekarang sudah turun jadi Rp 8.400/Kg atau hanya terpaut Rp 100/Kg dari harga sebelumnya.
"Tetapi ini yang di Cipinang," kata Jokowi.
Berikut beberapa menteri yang hadir di ratas malam ini, antara lain:
- Menko Perekonomian
- MensesnegÂ
- Menteri BUMN
- Menteri ESDM
- Menteri Pertanian
- Dirut Bulog
- Seskab
- Menteri PU dan Perumahan Rakyat
- Menteri Perdagangan
- Kepala Staf Presiden
- Menteri PPN/Kepala Bappenas
- Menteri Perhubungan










































