Hal tersebut dikemukakan oleh Suryamin, Kepala BPS, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (16/3/2015).
"Upah nominal buruh tani pada Februari 2015 naik 0,46% dibandingkan Februari. Upah naik dari Rp 45.846/hari menjadi Rp 46.059 /hari," kata Suryamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pengaruh daya beli yang naik karena deflasi," ujar Suryamin.
Sementara upah nominal buruh bangunan (tukang bukan mandor), pada Februari 2015 juga naik 0,76% dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari Rp 78.484/hari menjadi Rp 79.083/hari. Secara riil, naik sebesar 1,13%.
"Ini posisi Januari ke Februari karena terjadi deflasi. Meski demikian, ini perlu perhatian karena harga beras naik," tegas Suryamin.
Meski ada penurunan, tetapi harga beras saat ini masih dalam level yang tinggi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, hari ini harga beras medium rata-rata nasional adalah Rp 10.433/kg. Ada penurunan dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat mencapai Rp 11.000-12.000/kg (harga Jakarta saat terjadi lonjakan), tetapi masih tinggi bila melihat harga pada pertengahan Februari 2015 yang masih di bawah Rp 10.000/kg.
(feb/hen)











































